Kupang BUANA NEWS
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari Paket Salam jalur independen, Jonas Salean-Mermanus Man (Salam) berobsesi menjadikan Kupang sebagai kota berbudaya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kota Kupang harus dijadikan sebagai kota yang berbudaya, berdaya saing,sehat serta cerdas," kata Jonas Salean di hadapan ribuan massa pendukungyang memadati lapangan Lasitarda Lasiana Kupang dalam kampanye rapatumumnya, Selasa.
Kota Kupang, kata mantan Sekda Kota Kupang, meskipun sebagai ibu kotaProvinsi NTT, harus tetap menjadi kota yang berbudaya, sehingga pola pelaksanaan pembangunan di daerah tersebut bisa lebih terarah kepada kepentingan masyarakatnya.
"Jika menjadi kota berbudaya maka perilaku menyimpang dalam pemerintahandan di lingkungan kemasyarakatan, bisa berangsur dihapus, sehingga bisa mendapatkan pola hidup masyarakat yang lebih baik dan perjalananpemerintahan bisa lebih bersih dan berwibawa dan bebas korupsi, kolusi dannepotisme (KKN)," katanya.
Ia menambahkan jika penyelenggara pemerintahnya berbudaya, yakinlah programpembangunan bisa berjalan baik dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai dengan lebih mudah.Sebagai kota yang berdaya saing, lanjut Salean, akan terwujud dengan
mengoptimalkan sumber daya dan kemampuan masyarakat melalui sejumlah sektorpembangunan yang dimiliki masyarakat di Kota Kupang.
Calon Wakil Wali Kota Hermanus Man pada kesempatan itu mengatakan, Kota Kupang butuh pemimpin yang cerdas dan pintar, sehingga bisa melaksanakan semua program yang ada demi kesejahteraan masyarakatnya.
"Siapa bilang Kota Kupang tidak butuh pemimpin cerdas dan pintar. Itu mustahil, karena kota ini harus dikendalikan oleh orang-orang cerdas," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang itu.
Dengan kecerdasan, lanjut dia, program-program unggulan yang menjadikebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakya bisa terlaksana dengan maksimal. Dalam bidang kesehatan, lanjut Hermanus, paket "Salam" akan membenahi sistem serta meningkatkan sumber daya medis termasuk infrastrukturnya,untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas bagi masyarakat.
Hermanus bahkan berjanji akan menjadi orang pertama yang mengajukan pengunduran diri, jika sejumlah program yang telah dijanjikan oleh paket "Salam" tidak terlaksana. Meskipun kampanye tersebut diguyur hujan lebat, massa serta simpatisan paket "Salam" tidak bergeser selangkah pun dari arena kampanye tersebut.(A2MN/vn)
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari Paket Salam jalur independen, Jonas Salean-Mermanus Man (Salam) berobsesi menjadikan Kupang sebagai kota berbudaya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kota Kupang harus dijadikan sebagai kota yang berbudaya, berdaya saing,sehat serta cerdas," kata Jonas Salean di hadapan ribuan massa pendukungyang memadati lapangan Lasitarda Lasiana Kupang dalam kampanye rapatumumnya, Selasa.
Kota Kupang, kata mantan Sekda Kota Kupang, meskipun sebagai ibu kotaProvinsi NTT, harus tetap menjadi kota yang berbudaya, sehingga pola pelaksanaan pembangunan di daerah tersebut bisa lebih terarah kepada kepentingan masyarakatnya.
"Jika menjadi kota berbudaya maka perilaku menyimpang dalam pemerintahandan di lingkungan kemasyarakatan, bisa berangsur dihapus, sehingga bisa mendapatkan pola hidup masyarakat yang lebih baik dan perjalananpemerintahan bisa lebih bersih dan berwibawa dan bebas korupsi, kolusi dannepotisme (KKN)," katanya.
Ia menambahkan jika penyelenggara pemerintahnya berbudaya, yakinlah programpembangunan bisa berjalan baik dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai dengan lebih mudah.Sebagai kota yang berdaya saing, lanjut Salean, akan terwujud dengan
mengoptimalkan sumber daya dan kemampuan masyarakat melalui sejumlah sektorpembangunan yang dimiliki masyarakat di Kota Kupang.
Calon Wakil Wali Kota Hermanus Man pada kesempatan itu mengatakan, Kota Kupang butuh pemimpin yang cerdas dan pintar, sehingga bisa melaksanakan semua program yang ada demi kesejahteraan masyarakatnya.
"Siapa bilang Kota Kupang tidak butuh pemimpin cerdas dan pintar. Itu mustahil, karena kota ini harus dikendalikan oleh orang-orang cerdas," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang itu.
Dengan kecerdasan, lanjut dia, program-program unggulan yang menjadikebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakya bisa terlaksana dengan maksimal. Dalam bidang kesehatan, lanjut Hermanus, paket "Salam" akan membenahi sistem serta meningkatkan sumber daya medis termasuk infrastrukturnya,untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas bagi masyarakat.
Hermanus bahkan berjanji akan menjadi orang pertama yang mengajukan pengunduran diri, jika sejumlah program yang telah dijanjikan oleh paket "Salam" tidak terlaksana. Meskipun kampanye tersebut diguyur hujan lebat, massa serta simpatisan paket "Salam" tidak bergeser selangkah pun dari arena kampanye tersebut.(A2MN/vn)
