Banyumas (30/9/2025) – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Darma Keradenan, khususnya di wilayah RW 4, kini menjadi sorotan masyarakat. Program yang berasal dari pemerintah pusat ini dilaksanakan oleh kelompok masyarakat dengan dukungan perangkat desa.
Sejumlah warga RW 4 mengeluhkan bahwa program Pamsimas di wilayah mereka sudah tidak lagi berfungsi. Padahal, sebelumnya program ini sempat berjalan dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga. Kerusakan fasilitas serta berkurangnya debit air menjadi penyebab utama terhentinya operasional Pamsimas tersebut.
“Ya setau saya itu memang mangkrak sudah lumayan lama. Salah satu penyebabnya titik sumber mata airnya yang jadi masalah. Namun saya sebagai warga masyarakat berharap pemerintah desa segera mendapatkan solusi,” ujar (IM), salah satu warga Desa Darma Keradenan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat tim media Buana News menemui pihak desa, Kepala Desa Darma Keradenan mengarahkan untuk meminta keterangan kepada Ibu Santi selaku Kesra. Ia membenarkan bahwa dari enam titik Pamsimas yang ada di desa tersebut, saat ini hanya tiga yang masih berfungsi, yakni di RW 08, RW 05, dan RW 02.
Sementara itu, tiga titik lainnya — termasuk di RW 04 — sudah tidak berfungsi. Namun, sudah ada wacana untuk mengaktifkan kembali fasilitas tersebut.
“Sedang dicarikan titik sumber mata air untuk distribusinya,” imbuh Santi.
Masyarakat berharap upaya ini segera membuahkan hasil agar kebutuhan air bersih di wilayah terdampak dapat kembali terpenuhi.
Ari Septiana












