Kebumen, 9 Oktober 2025 – Sebagian siswa di TKM Teknik Kebumen tidak menerima jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (8/10), setelah pihak dapur dari SPPG Wilis memutuskan tidak mengirimkan sekitar 500 porsi karena dikhawatirkan sudah tidak layak konsumsi.
Menurut keterangan N, Ketua Penerima MBG di TKM Teknik Kebumen, pendistribusian MBG pada hari tersebut sempat terkendala.
“Rabu, tanggal 8 Oktober 2025, Pendistribusian MBG di sekolah kami ada sedikit kendala dikarenakan ada sejumlah paket makanan yg sudah tidak layak untuk dimakan, dari keterangan ahli gizi dapur Wilis. Yang mengakibatkan tidak jadi dikirim sejumlah 532 porsi,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, AR, salah satu siswa di sekolah tersebut, mengaku mengetahui bahwa makanan yang seharusnya dibagikan dinyatakan basi melalui pesan di grup WhatsApp sekolah.
“Saya diinfokan menunya basi melalui grup WhatsApp,” ujarnya singkat.
Kondisi ini membuat sejumlah siswa tidak menerima jatah MBG di hari itu. MK, salah satu wali murid, menyampaikan hal serupa.
“Anak saya tidak dapat MBG. Alasannya karena makanannya basi,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Solehudin, wali murid AR, berharap kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berharap ke depan proses memasak MBG dari dapur SPPG Wilis lebih baik, supaya tidak terjadi lagi makanan basi. Kasihan anak-anak, walaupun tidak dibagikan, tetap saja mereka jadi tidak dapat jatah MBG hari itu,” tutur Solehudin.
Dari pihak dapur, Pilar, selaku Kepala SPPG Wilis, membenarkan adanya penundaan pengiriman sebagian porsi MBG ke TKM Teknik Kebumen.
“Jadi, dari dapur, pengiriman ke TKM itu sejumlah 2.012 aturannya. Kami mengirimkan 1.500-an, dan untuk 500 sisanya kami tidak kirimkan, karena dari ahli gizi, ini jika dikirimkan yang sisanya kan beda tray, itu untuk nasi goreng. Nah, untuk tray satunya ini nanti kalau dikirimkan itu risiko basi,” jelas Pilar.
Pilar menambahkan, pihaknya telah menginformasikan keputusan tersebut kepada sekolah dan mendapat tanggapan positif.
“Untuk anggaran yang hari ini akan diberikan besok, yang 500 kekurangan tadi menunya dibanyakin,” pungkas Pilar.
Rudi M. Maulana/Suroso/Tur Hartoto












