Kebumen, 26 November 2025 – Puluhan warga Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen menggelar aksi damai sebagai bentuk protes atas kondisi jalan aspal desa yang cepat rusak meski baru selesai dibangun kurang dari dua bulan lalu.
Aksi pada Rabu, 26 November 2025, itu berupa musyawarah di desa dan pengecekan jalan oleh warga, Kepala Desa Babadsari, aparat Polsek dan Koramil Kutowinangun, perwakilan kontraktor, dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kebumen.
Pengecekan dilakukan di ruas jalan Babadsari yang berbatasan dengan Desa Ungaran. Berdasarkan hasil tinjauan, lapisan aspal tampak tidak merekat kuat. Batu dan pasir mudah terlepas, dan sejumlah titik sudah mulai mengelupas.
Salah satu peserta aksi, Puji, menyampaikan bahwa protes ini muncul karena warga tidak puas dengan kinerja pemerintah desa.
“Ini aksi damai dari masyarakat Babadsari sebagai protes rasa tidak puas pada kinerja Pemerintah Desa Babadsari. Di antaranya pembangunan jalan yang kemarin sudah dilaksanakan, dan sebelumnya banyak sekali ketidakwajaran dari pemerintah desa. Tidak saya sebutkan satu per satu karena terlalu banyak, yang membuat kami merasa dirugikan dan merasa dizalimi sebagai warga Babadsari. Maka dari itu kami ingin menyampaikan aspirasi dalam forum tadi, ” kata Puji
“Sebelumnya saya pribadi merasa kurang puas karena tidak adanya konsekuensi dan tidak ada pertanggungjawaban yang benar-benar kami harapkan. Sebenarnya kalau cuma perbaikan seperti itu, berarti selama ini memang ada kemungkinan kecurangan atau penyunatan dana yang dilakukan pemerintah desa karena tidak ada transparansi, ” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Babadsari, Slamet Widiyanto, menyampaikan permohonan maaf di hadapan warga dan menyatakan kesiapannya menindaklanjuti masalah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nanti kami dari desa bertanggung jawab. Yang kedua, mewakili teman-teman perangkat desa, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Babadsari. Saya berpikir positif, ini betul-betul masukan dan pembelajaran yang berharga bagi kami untuk langkah-langkah berikutnya, ” kata Slamet Widiyanto.
”Beberapa kegiatan lainnya nanti kami juga mohon waktunya, Bapak-Ibu. Di berbagai momentum kegiatan di desa kami akan mengundang Bapak-Ibu untuk berkenan bersinergi bersama kami, ” pungkasnya.
Hasil musyawarah setelah pengecekan menyepakati bahwa pihak pelaksana akan melakukan perbaikan ulang. Warga berharap perbaikan dilakukan dengan kualitas yang lebih baik dan pemerintah desa memperkuat pengawasan.
Redaksi











