Kebumen, 18 Desember 2025 – Sejumlah pemuda dan perwakilan Karang Taruna Desa Banjareja, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, memilih meninggalkan forum Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar pada Selasa malam, 17 Desember 2025 di Aula Desa. Aksi walk out tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas pembahasan ulang penggantian lahan sarana olahraga dan kegiatan masyarakat yang akan digunakan untuk pembangunan KDMP.
Menurut keterangan para pemuda, Musdes yang awalnya diharapkan menjadi forum penandatanganan penyerahan hak guna lahan pengganti justru kembali membuka pembahasan yang sebelumnya telah disepakati bersama. Kesepakatan tersebut, kata mereka, telah dicapai dalam pertemuan antara tokoh pemuda, Karang Taruna, Pemerintah Desa Banjareja, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Awalnya sudah ada solusi dan akan dilakukan penandatanganan. Namun di Musdes malah dibahas ulang seolah belum pernah ada kesepakatan,” ujar Bang Chamid, salah satu tokoh pemuda Desa Banjareja, saat dikonfirmasi usai acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, lahan yang akan dialihfungsikan untuk pembangunan KDMP tersebut selama ini digunakan sebagai sarana olahraga dan kegiatan masyarakat, serta dibangun melalui jerih payah pemuda dan swadaya warga desa. Oleh karena itu, para pemuda menilai penggantian lahan merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
Bang Chamid menegaskan bahwa aksi walk out dilakukan secara spontan sebagai bentuk protes karena para pemuda merasa aspirasinya tidak diakomodasi dalam forum Musdes. Ia juga menilai pemerintah desa terkesan tidak memiliki komitmen untuk segera merealisasikan penggantian lahan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kekecewaan tersebut berdampak pada kondisi internal Karang Taruna Desa Banjareja. Ketua Karang Taruna disebut berencana mengembalikan stempel organisasi dan mengundurkan diri karena merasa tidak mampu memperjuangkan aspirasi anggotanya.
“Ketua Karang Taruna sudah menyampaikan akan mundur dan mengembalikan stempel. Bisa jadi ini diikuti pengurus lainnya. Artinya, Karang Taruna terancam vakum,” katanya.
Meski demikian, Bang Chamid menegaskan bahwa para pemuda tidak menolak pembangunan KDMP. Namun, mereka menuntut kejelasan dan realisasi penggantian lahan sarana olahraga dan kegiatan masyarakat sebelum pembangunan tersebut dilaksanakan.
“Atas kejadian ini, pemuda Desa Banjareja akan terus memperjuangkan hak kami sampai ada lahan pengganti yang jelas,” pungkasnya.
Rudi M. Maulana












