Kebumen, 15 Desember 2025 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semester 5 Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen melakukan kunjungan ke Sekolah Berkebutuhan Khusus (SLB) Tamanwinangun. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PAUD di setiap semester 5, namun sempat vakum karena pandemi COVID-19.
Kunjungan ini didampingi oleh Habib Hambali, dosen pengampu mata kuliah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dan Agus, kepala sekolah SLB Tamanwinangun. Dalam sambutannya, Habib Hambali mengatakan,
“Semoga apa yang mahasiswa amati, apa yang mahasiswa lakukan sesuai dengan teori yang ada di kampus bisa mengembangkan lagi intinya menambah pengalaman yang lebih. Karena pintar teori saja tapi tidak bisa menghandle di lapangan sama saja.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
SLB Tamanwinangun memiliki jenjang pendidikan dari TK hingga SMA, dengan masing-masing kelas memiliki 1 guru yang menghandle 5 anak. Anak-anak di SLB Tamanwinangun memiliki berbagai jenis kebutuhan khusus, seperti autis, tunarungu, tunanetra, tuna grahita, tunadaksa, dan tuna ganda.
Dalam proses pembelajaran, guru-guru di SLB Tamanwinangun menggunakan pendekatan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan anak. Misalnya, anak autis memerlukan perhatian khusus dalam hal makanan, yaitu tidak boleh mengonsumsi gula dan tepung karena dapat meningkatkan energi mereka.
Kunjungan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati langsung proses pembelajaran di SLB Tamanwinangun. Mahasiswa dapat melihat bagaimana guru-guru di SLB Tamanwinangun menghandle anak-anak dengan kebutuhan khusus dan memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa PAUD UMNU Kebumen dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menghadapi anak-anak dengan kebutuhan khusus, serta dapat menjadi guru yang lebih profesional dan peduli terhadap kebutuhan anak-anak.
Susanti












