Kebumen, 20 Desember 2025 – Program Studi Agroteknologi Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) menyelenggarakan Workshop Pembuatan Sabun Rempah pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aswaja Center UMNU dan diikuti oleh 80 peserta yang terdiri atas mahasiswa UMNU serta masyarakat umum.
Workshop menghadirkan narasumber Yudi Setyawan dari Oemah Kelor Kebumen dengan moderator Taufik Hidayat, M.Pd.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill peserta dalam mengolah hasil panen rempah agar memiliki nilai ekonomis sekaligus mendorong lahirnya inovasi kreatif berbasis potensi lokal,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia, Dr. (Cand.) Aulia Rahmawati, M.P., C.Ed., dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini dirancang sebagai wadah pembelajaran aplikatif.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta mampu mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam mengolah rempah menjadi produk bernilai jual, sehingga dapat mendukung kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Dalam penyampaian materi, Yudi Setyawan menjelaskan manfaat penggunaan bahan herbal alami dalam pembuatan sabun. Menurutnya, sabun berbahan rempah cenderung lebih aman bagi kulit, terutama bagi pemilik kulit sensitif, karena minim bahan kimia sintetis. Selain itu, penggunaan bahan alami juga memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan sabun rempah. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses. Berbagai bahan tambahan seperti kopi, arang (charcoal), kunyit, dan teh hijau digunakan sebagai inovasi, baik untuk manfaat maupun tampilan produk.
Kreativitas peserta terlihat dari variasi warna, aroma, serta bentuk sabun yang dihasilkan. Suasana workshop berlangsung interaktif dan produktif, mencerminkan tingginya minat peserta terhadap pengolahan rempah sebagai produk inovatif.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Agroteknologi UMNU berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan keterampilan praktis dan kewirausahaan berbasis potensi lokal bagi mahasiswa dan masyarakat luas.
Rudi M. Maulana












