Brebes, 18 Februari 2026 – Bencana tanah bergerak melanda Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Peristiwa ini berdampak pada ratusan warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pergerakan tanah yang merusak dan memiringkan bangunan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, turun langsung meninjau lokasi pengungsian di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Rabu, 18 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memimpin rapat penanganan darurat sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
Dalam pernyataannya, Gubernur menegaskan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindahkan orang dan barang. Di sini aman, yang penting selamat,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia juga meminta warga tidak kembali ke rumah yang rusak atau terancam longsor. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan tim gabungan disiagakan untuk membantu evakuasi barang milik warga agar tidak menimbulkan risiko baru.
Data BPBD mencatat 143 rumah terdampak, dengan 10 rumah rusak berat dan lebih dari 100 rumah dalam kondisi terancam. Selain itu, dua tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, serta jalan desa sepanjang 700 meter dilaporkan ambles. Hingga kini, pergerakan tanah masih aktif akibat curah hujan tinggi di kawasan perbukitan Sirampog.
Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa. Sebagian warga telah mengungsi di pesantren setempat, sementara dapur umum didirikan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga untuk memenuhi kebutuhan logistik.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan hunian sementara di lahan Perhutani yang dinilai lebih aman.
“Lakukan seperti di daerah lain, begitu pindah warga harus bisa beraktivitas,” tambah Gubernur.
Sementara itu, Bupati Brebes menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah provinsi.
“Terima kasih atas bantuan dan penanganan cepat. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir karena semua perangkat daerah sudah bergerak bersama,” kata Paramitha.
Warga pengungsi berharap bantuan kebutuhan dasar tetap tersedia, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan ibu hamil.
Edi Purwanto











