Brebes – Posko Darurat Bencana Banjir Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, melakukan mitigasi dan evaluasi penanganan banjir sekaligus menyusun rencana kerja untuk satu minggu ke depan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan dari aliran Kali Keruh yang sebelumnya meluap dan mengancam permukiman warga.
Evaluasi tersebut dilakukan pada Selasa, 10 Maret 2026, di Posko Darurat Bencana Desa Dukuhturi. Dalam pertemuan tersebut dibahas progres pekerjaan di lapangan, rencana penanganan lanjutan, serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses penanggulangan banjir.
Koordinator mitigasi di Posko Darurat Banjir Dukuhturi, Andriyanto, menyampaikan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada pengendalian aliran Kali Keruh agar tidak kembali mengarah ke permukiman warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini alat berat difokuskan membuat bendungan di hulu tikungan belakang kolam renang Perumahan BSA. Besok dilanjutkan membuat aliran Kali Keruh ke posisi tengah serta membangun tanggul penahan agar aliran sungai tidak berbelok ke arah pemukiman warga Dukuhturi,” ujar Andriyanto.
Ia menjelaskan, setelah aliran air berhasil diarahkan ke tengah sungai, alat berat akan segera memperkuat tanggul atau benteng di sekitar permukiman warga agar lebih aman dari potensi luapan air.
Selain itu, luas dampak banjir juga cukup besar, bahkan disebut melebihi luas lapangan sepak bola. Material batu dan lumpur yang terbawa arus juga menumpuk cukup tinggi di bagian tengah aliran sungai.
“Karena material batu dan lumpur menumpuk di tengah, maka dilakukan pergeseran bebatuan dari tengah ke pinggir agar aliran air kembali lancar dan tidak meluap ke rumah warga,” jelasnya.
Meski demikian, penanganan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional alat berat.
“Kebutuhan BBM jenis solar cukup besar. Harga Dex saat ini sekitar Rp14.200 per liter dan mengalami kenaikan, sementara solar bersubsidi juga sulit didapat. Padahal setiap hari pengeluaran operasional sudah mencapai lebih dari Rp2 juta,” kata Andriyanto.
Selain kendala BBM, waktu penanganan juga cukup terbatas karena mendekati Hari Raya Idul Fitri. Kondisi cuaca juga menjadi perhatian setelah prakiraan menunjukkan potensi hujan pada 13 hingga 14 Maret 2026.
Andriyanto juga mengimbau warga terdampak, khususnya di RT 05/RW 01 dan RT 01/RW 01, agar tetap kompak dan saling bekerja sama dalam menghadapi situasi darurat ini.
“Kami berharap warga tetap kompak dan saling mendukung. Penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kerja sama seluruh masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah desa juga diminta segera menjadwalkan rapat darurat kebencanaan yang melibatkan para ketua RT, RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPM, kepala dusun, serta para relawan untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana.
Ia juga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi terhadap kondisi banjir yang berpotensi datang secara tiba-tiba.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan provinsi, karena banjir ini bisa datang sewaktu-waktu. Penanganannya membutuhkan dukungan bersama,” tambahnya.
Saat ini operasional alat berat bantuan dari dinas melalui UPTD direncanakan diperpanjang dengan memanfaatkan anggaran kebencanaan Desa Dukuhturi serta donasi dari masyarakat yang peduli terhadap penanganan banjir.
Edi Purwanto











