Banyumas 25 April 2026 – Kegiatan Family Day atau Pekan Musrif yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Boarding School (MBS) Zam-Zam Cilongok untuk kelas 7E berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, kegiatan dilaksanakan di kawasan wisata Germanggis, Cilongok, dengan konsep menginap yang memungkinkan terjalinnya kebersamaan lebih erat antara santri dan wali santri.
Kegiatan yang dipimpin oleh Musrif, Ustaz Mustaqim, dimulai pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Setibanya di lokasi, para santri langsung menuju homestay untuk beristirahat dan mempersiapkan diri. Menjelang waktu Maghrib, santri bersama wali santri melaksanakan salat berjamaah, menciptakan suasana hangat di tengah sejuknya udara Germanggis.
Memasuki malam hari, acara dilanjutkan dengan berbagai pentas seni yang ditampilkan oleh para santri. Beragam penampilan seperti pidato dalam bahasa Inggris dan Jepang, pantun berantai, hingga bernyanyi bersama turut memeriahkan suasana. Kebersamaan semakin terasa saat kegiatan ramah tamah dan makan bersama, di mana para peserta menikmati hidangan dengan konsep santai seperti BBQ dan jagung bakar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keesokan harinya, para santri mengikuti kegiatan olahraga pagi, mulai dari bermain voli hingga berenang di fasilitas yang telah disediakan oleh pengelola Wisata Germanggis Cilongok.
Pengelola wisata Germanggis, Ruben, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.
“Kami berharap agenda seperti ini bisa terus ada dan ke depannya dapat bersinergi dengan kami. Kami akan memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung,” ujarnya.
Selain menawarkan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah, kawasan Germanggis dinilai sebagai lokasi yang strategis dan ideal untuk berbagai kegiatan kebersamaan.
Kegiatan Pekan Musrif ini ditutup dengan sambutan dari para santri serta pembagian doorprize bagi peserta terpilih. Ustaz Mustaqim dalam penutupnya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan kita semua. Kelas 7E bukan hanya sekadar kumpulan wali santri, tetapi sudah menjadi keluarga besar,” ungkapnya.
Ari Septiana











