Banyumas, 11 Mei 2026 – Batusan warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, menggelar aksi demonstrasi damai di depan Balai Desa Banjaranyar, Senin (11/5/2026). Aksi yang dipadukan dengan orasi keliling dan hiburan karaoke tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar Kepala Desa Banjaranyar, Robi Wibowo, mundur dari jabatannya.
Dalam aksi tersebut, warga secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka melalui pengeras suara. Salah satu perwakilan warga, Frio Abidin, menilai Robi Wibowo sudah tidak layak lagi memimpin desa karena dianggap gagal menjalankan pemerintahan secara baik dan transparan.
“Kami menolak Robi Wibowo sebagai Kepala Desa Banjaranyar. Mundur! Mundur! Mundur!” teriak Frio di hadapan massa aksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain membawa spanduk berisi tuntutan, warga juga menyampaikan sedikitnya 14 poin dugaan pelanggaran dan penyimpangan yang ditujukan kepada kepala desa. Tuduhan tersebut meliputi dugaan ketidaksesuaian pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pungutan liar saat pendaftaran program MBG, hingga dugaan penyalahgunaan dana desa dan aset milik desa.
Warga juga menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang dinilai mangkrak dan tidak jelas pengelolaannya, seperti pembangunan kolam renang desa, lapangan desa, hingga pasar induk yang disebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Selain itu, pengelolaan hasil sewa parkir dan kios BUMDes turut dipersoalkan karena dianggap tidak transparan.
Tak hanya itu, massa aksi juga menyinggung dugaan persoalan pribadi kepala desa yang dinilai telah meresahkan masyarakat. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Banyumas, khususnya Bupati Banyumas, segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap Robi Wibowo.
Usai menyampaikan orasi, lima orang perwakilan warga diterima untuk mengikuti audiensi tertutup di dalam balai desa. Namun, proses audiensi tersebut berlangsung tertutup dan tidak dapat diliput oleh wartawan.
Sementara menunggu hasil pertemuan, warga yang tetap berkumpul di sekitar balai desa diimbau untuk menjaga ketertiban. Suasana aksi pun sempat diwarnai hiburan karaoke keliling yang diputar menggunakan pengeras suara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Banjaranyar maupun Pemerintah Kecamatan Pekuncen belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga tersebut. Audiensi antara perwakilan warga dan pihak desa masih berlangsung secara tertutup.
Redaksi












