Warga Desa Darmakradenan Keluhkan Aktivitas Proyek Tambang Dekat Situs Goa Bersejarah

- Editor

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber/ Ari Septiana

Sumber/ Ari Septiana

Banyumas, 16 Juni 2026 – Sejumlah warga Desa Darmakradenan menyampaikan keluhan terkait aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh PT DSM dalam rangka kegiatan pertambangan berupa line clearing di wilayah desa tersebut. Keluhan terutama datang dari masyarakat Dusun Cipecang (RW 08) dan Dusun Karang Pucung (RW 04) yang menilai sejumlah pekerjaan proyek berada terlalu dekat dengan beberapa goa yang selama ini dikenal sebagai situs bersejarah dan cagar budaya setempat.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga, salah satu lokasi yang terdampak adalah Goa Lawa. Warga menilai aktivitas line clearing yang dilakukan di sekitar kawasan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan maupun informasi yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat. Jika merujuk pada jarak ideal yang dikabarkan sebelumnya, kegiatan pembukaan jalur seharusnya berada sekitar 100 meter dari bibir goa. Namun berdasarkan hasil pemantauan warga di lapangan, jarak antara area line clearing dengan bibir Goa Lawa diperkirakan hanya sekitar 20 meter.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga yang melakukan pemantauan langsung ke lokasi menilai keberadaan aktivitas proyek yang terlalu dekat dengan kawasan goa hingga menutup salah satu bibir gowa karena adanya batu material yang gugur ,berpotensi menimbulkan dampak terhadap kelestarian situs yang selama ini dianggap sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas Desa Darmakradenan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi situasi tersebut, ketua RT setempat Kisman warga Desa Darmakradenan, mendorong agar para pemangku kepentingan di tingkat desa segera mengambil langkah musyawarah guna mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

“Ketua RW 08, kepala dusun, dan para tokoh masyarakat harus segera bertemu untuk bermusyawarah mencari solusi jalan tengah agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RW 04 Desa Darmakradenan, Anas. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menginginkan konflik berkepanjangan dan berharap adanya komunikasi terbuka antara perusahaan dengan warga.

Sumber/ Ari Septiana

Menurutnya, musyawarah menjadi langkah penting untuk menjembatani kepentingan masyarakat dengan pihak perusahaan, sekaligus memastikan keberlangsungan proyek tidak mengabaikan aspek pelestarian lingkungan dan warisan budaya yang ada di wilayah tersebut.

Tiga Bibir gowa terdampak yang salah satunya terkena material bongkahan batu besar adalah gowa Lawa , hal ini menambah kepanikan warga.

“Kalau sudah seperti ini, kami dari masyarakat meminta agar segera ada musyawarah antara pihak PT DSM selaku vendor dari PT STAR dengan masyarakat, sehingga dapat ditemukan solusi yang baik dan suasana tetap kondusif,” kata Anas.

Warga setempat juga menyampaikan kekhawatiran bahwa apabila persoalan ini tidak segera mendapatkan perhatian dan penyelesaian yang jelas, potensi kerusakan terhadap goa-goa yang ada dapat semakin besar. Padahal, keberadaan goa-goa tersebut selama ini dianggap sebagai salah satu aset sejarah, budaya, dan ikon penting Desa Darmakradenan yang perlu dijaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PT DSM maupun PT STAR terkait keluhan masyarakat mengenai jarak aktivitas line clearing dengan kawasan Goa Lawa dan menunggu Waktu pasti yang sudah disepakati sebelumnya.

Ari Septiana

Berita Terkait

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara
Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan
Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare
CV Satria Garuda Merah Putih Sampaikan Ucapan HUT ke-81 TNI kepada Kodim 0709/Kebumen
Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.
HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah
HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709
Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:20 WIB

HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24 WIB

HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Polres Kebumen dan Ojol Kebumen Bersatu Kolaborasi Gelar Jumat Berbagi

Berita Terbaru