Banyumas, 5 Oktober 2026 – Aksi kriminalitas jalanan bermodus polisi gadungan diduga terjadi di wilayah hukum Polresta Banyumas. Tiga remaja asal Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, dilaporkan menjadi korban pembegalan saat melintas di kawasan pertigaan Monumen Jenderal Sudirman, Kecamatan Karanglewas, pada Minggu (4/10/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari jagat maya, salah satunya melalui unggahan di grup Facebook Seputar Cilongok, insiden bermula saat ketiga remaja tersebut dalam perjalanan pulang usai menghabiskan waktu di kawasan wisata Menara Pandang Purwokerto. Saat melaju ke arah Ajibarang, pergerakan korban diduga telah diintai dan dibuntuti oleh dua orang tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor matik Honda PCX berwarna putih.
Sesampainya di sekitar pertigaan Monumen Jenderal Sudirman, kedua terduga pelaku langsung memotong jalur dan menghentikan paksa kendaraan korban. Situasi berubah mencekam ketika salah satu pelaku melontarkan intimidasi dengan mengaku sebagai anggota kepolisian aktif. Untuk memperkuat penyamarannya dan menciutkan nyali korban, pelaku juga nekat menodongkan benda mirip senjata api (pistol) serta sebilah pisau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelaku ada dua orang, mengaku sebagai polisi, memakai motor PCX putih, dan menodongkan pistol serta pisau ke korban,” bunyi keterangan tertulis dalam unggahan media sosial yang viral tersebut.
Di bawah tekanan dan ancaman senjata tajam serta senjata api, para korban tidak dapat berkutik. Pelaku kemudian merampas dan membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe Gen 2 milik korban beserta dua buah unit telepon seluler (gawai).
Meski pihak keluarga memastikan ketiga remaja tersebut selamat dari maut, hingga kini belum ada informasi terverifikasi mengenai kondisi fisik maupun psikologis mereka, termasuk ada atau tidaknya luka akibat kekerasan fisik selama insiden berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian setempat, baik dari Polsek Karanglewas maupun Satreskrim Polresta Banyumas, terkait kronologi detail, identitas pelaku, ataupun status penanganan laporan atas dugaan kasus pembegalan ini.
Kendati demikian, jika dugaan penggunaan atribut atau pencatutan institusi Polri dalam aksi ini terbukti benar, maka modus kepolisian gadungan ini akan menjadi poin krusial bagi penyidik. Penyamaran tersebut mengindikasikan adanya perencanaan matang untuk menguasai harta benda korban dengan memanfaatkan otoritas semu.

Masyarakat kini mendesak pihak kepolisian untuk segera turun tangan mengungkap tabir kejahatan ini. Polisi diharapkan dapat melacak pergerakan pelaku melalui jaringan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sepanjang rute pelarian, mengidentifikasi nomor polisi kendaraan yang digunakan, serta memastikan jenis senjata yang dipakai untuk mengancam korban.
Menyikapi peristiwa ini, warga dan pengguna jalan—khususnya yang kerap melintas di jalur rawan pada dini hari—diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ganda. Pengendara disarankan untuk tidak berhenti di tempat sepi dan segera mengarahkan kendaraan ke pos polisi atau pemukiman ramai jika merasa dibuntuti oleh kendaraan asing yang mencurigakan.
Ari septiana











