Jembatan Garuda Membentang di Sungai Tajum, Warga Darmakradenan Tak Lagi Harus Memutar

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ari Septiana - Buana News

Foto: Ari Septiana - Buana News

Banyumas, 13 Agustus 2026 – Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Tajum, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, kini menjadi akses baru yang memudahkan mobilitas warga.

Kehadiran jembatan tersebut memangkas jalur yang sebelumnya harus ditempuh warga dengan memutar.

Akses menuju wilayah seberang sungai kini menjadi lebih cepat, sekaligus membuka konektivitas yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan Garuda diresmikan secara serentak di seluruh wilayah Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo, sebanyak 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih, salah satunya jembatan Garuda di atas Sungai Tajum Kec. Ajibarang Kab. Banyumas yang secara langsung diresmikan oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr. (Han), setelah mengikuti peresmian secara Vidcon oleh Presiden RI.

Peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, jajaran DPU Banyumas, Muspika Kecamatan Ajibarang, Pemerintah Desa Darmakradenan, serta sejumlah tamu undangan.

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses antarwilayah yang sebelumnya terkendala kondisi geografis.

Di Kabupaten Banyumas, pembangunan Jembatan Garuda mencakup empat desa, yakni Darmakradenan, Windunegara, Cingebul, dan Kalibagor.

“Selain jembatan, titik-titik air bersih juga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dwi Asih.

Di Darmakradenan, jembatan dibangun di wilayah RW 6 dan melintasi Sungai Tajum. Sebelum jembatan tersedia, warga yang hendak menuju wilayah seberang harus menempuh jalur memutar.

Kini, kondisi tersebut berubah. Jembatan menjadi jalur penghubung yang membuat aktivitas warga lebih praktis dan efisien.

“Dulu susah, harus memutar. Setelah ada Jembatan Garuda ini, akses jadi mudah dan cepat,” ujar Sunarto, warga RT 1 RW 7 Desa Darmakradenan.

Kehadiran jembatan juga disambut gembira warga yang beraktivitas di sekitarnya.

Hikmatulloh, salah seorang warga yang berjualan di sekitar jembatan, mengaku bersyukur dengan dibangunnya akses tersebut.

“Sangat gembira adanya jembatan ini,” tuturnya.

Pembangunan Jembatan Garuda di Darmakradenan merupakan bagian dari program KODAM IV/Diponegoro bersama Kodim 0701/Banyumas. Groundbreaking pembangunan tahap III dan IV dilakukan pada 31 Maret 2026 dan pengerjaan dilanjutkan secara bertahap hingga pertengahan tahun.

Dalam proses pembangunannya, personel TNI bersama masyarakat turut bergotong royong. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Tak hanya memperpendek jarak, jembatan ini diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi kehidupan masyarakat.

Anak-anak kini memiliki akses yang lebih mudah menuju sekolah, kegiatan ekonomi warga semakin terbantu, dan akses menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih cepat.

Usai menggunting pita tanda peresmian, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wahyono menyempatkan berbincang dengan warga di sekitar jembatan.

Warga pun menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan mereka secara langsung kepada Danrem atas hadirnya Jembatan Garuda di wilayah tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan gembira dengan dibangunnya Jembatan Garuda di wilayah kami. Ini sangat membantu aktivitas kami sehari-hari,” ungkap salah seorang warga.

Bagi warga Darmakradenan, jembatan tersebut bukan sekadar bentangan konstruksi di atas Sungai Tajum. Jembatan Garuda menjadi penghubung yang memangkas jarak, mempercepat aktivitas, dan membuka akses masyarakat menuju berbagai kebutuhan sehari-hari.

Dari jalur yang dulu harus memutar, kini warga memiliki jalan yang lebih dekat. Jembatan Garuda pun menjadi simbol hadirnya pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pedesaan.

 

Ari Septiana

Berita Terkait

Anita Nosa Terpilih Pimpin DPC PERADI Kebumen Periode 2026–2031
Festival Kuliner Kebumen 2026 Catat Omzet Rp1,06 Miliar Selama Enam Hari
Anita Nosa Jadi Kandidat Kuat Ketua DPC PERADI Kebumen
UKM Pencak Silat Prestasi Universitas Terbuka Purwokerto Siap Tampilkan Seni Bela Diri Nusantara pada OSMB
Warung Kopi di Kutowinangun Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pelajar Dilaporkan Tenggelam saat Mandi di Sungai Kedungbener Kebumen
Pengasuh Madrasah Diniyah Takmiliyah Salimul Ummah Dukung Komitmen Presiden Berantas Korupsi
Ketua DPD LDII Kebumen Apresiasi Komitmen Presiden dalam Pemberantasan Kejahatan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:20 WIB

HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24 WIB

HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Polres Kebumen dan Ojol Kebumen Bersatu Kolaborasi Gelar Jumat Berbagi

Berita Terbaru