Brebes (31/10/2025) – Hujan deras disertai angin kencang dan butiran es terjadi di wilayah Bumiayu, tepatnya di Desa Karang Dawa Galuh Timur kec Tonjong, pada Jumat, 31 Oktober 2025 sekitar pukul 14.26 WIB. Hujan berlangsung cukup lama, diperkirakan hampir dua jam, dan membuat sebagian warga terkejut karena intensitasnya yang tinggi serta adanya butiran es yang jatuh bersamaan dengan air hujan.
Sejak awal hujan turun, angin berhembus sangat kencang, menggoyangkan pepohonan dan membuat beberapa ranting patah. Beberapa atap rumah warga bahkan terdengar berderak akibat hantaman angin dan es. Warga yang berada di luar rumah segera berlarian mencari tempat berteduh. Sementara itu, suara guntur dan kilatan petir semakin menambah suasana mencekam di sore hari itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga setempat, S (inisial), menuturkan bahwa hujan seperti ini jarang terjadi di wilayah Makam Dawa.
“Tadi hujannya deras sekali, anginnya kencang, terus tiba-tiba ada es kecil-kecil jatuh dari langit. Saya sampai masuk rumah cepat-cepat karena takut atap kena angin,” ujarnya.
Warga lainnya, M, menambahkan bahwa kejadian ini membuat mereka khawatir, karena akhir-akhir ini cuaca di wilayah Bumiayu, Kabupaten Brebes, sering tidak menentu.
“Sekarang musimnya aneh, kadang panas terik, tiba-tiba hujan besar. Kita harus lebih hati-hati dan waspada,” katanya.
Fenomena hujan es dan angin kencang ini menjadi peringatan alam bahwa kondisi iklim di wilayah tropis seperti Indonesia sedang mengalami perubahan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, menjaga keselamatan diri, serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar terhindar dari potensi bencana seperti pohon tumbang atau atap rumah rusak.
Peristiwa sore itu seolah menjadi tanda bahwa alam sedang tidak dalam kondisi baik, dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap peduli terhadap perubahan iklim yang semakin terasa di wilayah Bumiayu dan sekitarnya.
Edi Purwanto











