Kebumen, 26 November 2025 — Komitmen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus terlihat nyata di berbagai wilayah, termasuk di Desa Candi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Salah satu dapur yang aktif memberikan pelayanan maksimal adalah SPPG Elma Lestari, yang telah beroperasi sejak 1 September 2025. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, dapur ini telah melayani lebih dari 3.300 penerima manfaat dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Mitra SPPG Elma Lestari, Reforma Meireta Hamzah, S.H., M.Kn, menyampaikan bahwa setelah adanya pemerataan penerima manfaat, per hari ini SPPG Elma Lestari fokus melayani 2.118 penerima manfaat. Jumlah tersebut telah melalui mekanisme pendataan dan pemetaan kebutuhan gizi di wilayah setempat.
“Kami di SPPG Elma Lestari berkomitmen penuh bekerja sama dengan UMKM lokal. Tidak hanya itu, kami juga menggandeng petani dan peternak sekitar sebagai pemasok bahan baku harian. Ada petani kangkung, petani pisang, hingga peternak ayam dan bebek yang memasok telur untuk kami olah menjadi telur asin atau telur rebus,” ungkap Reforma (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahan baku yang telah diterima kemudian diolah dengan mengacu pada perhitungan profesional gizi yang dilakukan ahli gizi SPPG Elma Lestari. Setiap menu dianalisis kandungan nutrisinya, mulai dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serat, hingga buah. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dapur ini juga menyediakan menu tambahan berbasis makanan lokal seperti arem-arem dan lemper.
Tidak hanya mengutamakan kualitas gizi, SPPG Elma Lestari juga berkomitmen terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan. Dapur ini telah mendapatkan sertifikasi SLSHS dari dinas setempat. Selain itu, proses sertifikasi halal tengah berjalan dan baru-baru ini SPPG Elma Lestari juga dikunjungi oleh pihak BKI sebagai bagian dari proses sertifikasi HACCP, sebuah standar internasional untuk keamanan dan mutu pangan.
“Menu kami berpedoman pada petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional, sehingga setiap porsi terdiri dari lima komponen utama: nasi, protein hewani, protein nabati, sayur sebagai sumber serat, dan buah. Kami selalu mengedepankan masakan lokal seperti rendang, pecel, dan urap. Karena masakan Indonesia kaya gizi dan kaya rasa,” tambahnya.
Selain fokus pada kualitas menu, SPPG Elma Lestari juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Desa Candi. Para relawan yang bekerja di dapur ini berasal dari warga sekitar, sehingga membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.
“Harapan kami, ekonomi masyarakat Desa Candi semakin tumbuh. UMKM terangkat, petani tersenyum, dan relawan kami bisa merasakan manfaatnya. Dengan rantai ekonomi yang berputar, kami ingin desa ini menjadi lebih makmur dan sejahtera,” ujar Reforma.
Pada akhirnya, Reforma berharap SPPG Elma Lestari mampu menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Semoga SPPG ini dapat membawa manfaat besar bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sehingga lahir generasi emas Indonesia yang cerdas, sehat, dan aktif,” tutupnya.
Aji Atma Wijaya












