Bumiayu, 13 April 2026 — Kegiatan kolaborasi lingkungan bertajuk “Bumiayu Peduli: Penanaman Pohon dan Perawatan” yang digelar oleh Seven Adventure bersama Jaga Rimba Indonesia berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan pada 12 April 2026.
Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran anggota dewan, Ibu Nur Bintang, beserta timnya yang turut langsung terjun ke lapangan mengikuti proses penanaman pohon bersama masyarakat dan relawan.
Selain itu, pihak Perhutani yang dipimpin oleh Asper Perhutani, Bapak Sasmito, bersama jajaran anggotanya juga hadir dan berperan aktif dalam mengawal jalannya kegiatan. Kehadiran mereka memberikan rasa aman dan perlindungan terhadap area penanaman, sehingga tanaman yang ditanam dapat terjaga dari potensi kerusakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara diawali dari titik kumpul di Perhutani Dukuh Turi pada pukul 06.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan konvoi bersama menuju lokasi penanaman di Tuk Jaya, Dawuhan Sirampog (Hulu Sungai Keruh).
Kegiatan ini melibatkan sekitar 500 orang peserta dari berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya: Seven Adventure, Jaga Rimba Indonesia, Gagak Hitam, GEMPAS (Gerakan Masyarakat Peduli Alam Semesta), Save Slamet, SSBM, PC Brebes, serta komunitas lainnya. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak ±400 bibit pohon berhasil ditanam.
Pergerakan ini diselenggarakan atas inisiasi dari Bapak Andriyanto selaku Penasehat Team Seven Adventure, dengan tujuan menjaga kelestarian hulu sungai dan mencegah potensi bencana lingkungan.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan:
“Kami berharap hulu Sungai Kali Keruh tetap aman dari potensi banjir. Kami juga mengajak masyarakat, khususnya para petani di wilayah hulu, agar tidak sembarangan menanam maupun menebang pohon. Mari kita jaga hutan kita bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, hasil wawancara dengan Ibu Nur Bintang menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama.
“Dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial untuk kita semua. Khususnya, menjaga alam itu sangat penting. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” ujarnya.
Partisipasi aktif juga datang dari kalangan relawan perempuan. Ibu Dewi Namara selaku relawan Emak-Emak Bergerak turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan ikut menanam pohon sekaligus menyusuri aliran sungai di wilayah hulu sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Panitia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam, tetapi juga komitmen merawat tanaman hingga tumbuh besar.
“Kami berharap masyarakat Bumiayu dan Brebes Selatan ke depan bisa terus terlibat, tidak hanya menanam tetapi juga merawat agar pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pohon bagi kehidupan:
“Semua oksigen yang kita hirup berasal dari tanaman. Karena itu, menjaga pohon sama dengan menjaga kehidupan,” tambahnya.
Dengan semangat “Menjaga Alam Tetap Lestari”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, khususnya di kawasan hulu sungai sebagai penyangga ekosistem dan pencegah banjir.
Edi Purwanto











