Cilacap –Berbeda dengan yang lain, Sukun Hotel Reborn Cilacap merayakan ulang tahun pertamanya dengan menggelar “open hotel” dan pameran lukisan. Open hotel yang dimaksud adalah seperti “open house”, jika diadakan di rumah. Karena di hotel, makan disebut open hotel (26/04/2024).
“Ini syukuran sederhan atas usia Sukun Hotel reborn yang pertama. Acaranya memang santai, jauh dari kesan formal. Jadi, tamu undangan datang, ngobrol santai, pulang. Yang diundang pun tidak banyak” ungkap Lathifa Maydiana, pemilik hotel.
Sang suami, Annisrul Waqie, menceritakan sejarah Sukun Hotel. Awalnya ia ingin memanfaatkan aset keluarga yang berada di tepi jalan raya. Hingga pada tahun 2019, bangunan dibongkar dan dibangunlah hotel dan mulai resmi dibuka pada tahun 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditanya soal mengapa sukun dipilih menjadi namanya, ia menuturkan “Jadi, Cilacap itu terkenal dengan stik sukun. Namun, saat ini sulit sekali mencarinya. Jadi, ingin melestarikan sukun dalam wujud seni bangunan” jelasnya di hotel pada Jum’at (26/4) lalu.
“Dan ternyata, Bung Karno ketika diasingkan di Ende (NTB), beliau mendapatkan inspirasi pancasila saat di bawah pohon sukun” ungkapnya sambil tertawa bahagia menjelaskan filosofi Sukun Hotel Cilacap.
Meski tak terlalu besar, Sukun Hotel yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No. 192 Gunung Simping, Kec. Cilacap Tengah, Kab. Cilacap itu sangat aestetic, cozy dan classy.
Tak hanya sebagai tempat menginap, namun juga menjadi social hub. Terdapat galeri untuk menampilkan berbagai karya seni, coffee shop lengkap dengan sound system untuk pertunjukan musik akustik dan juga toko merchandise.
Art Exhibition
Unik berikutnya, acara ulang tahun Sukun Hotel Reborn itu lebih unik dengan suguhan pameran karya seni rupa lukisan. “Mimpi Jiwa Bahagia” adalah judul dari pameran lukisan tunggal karya maestro senirupa asal Cilacap, Suhadi Gembot.
Pembukaan pameran juga dilaksanakan pada hari Jum’at malam. Dan akan berlangsung hinggal tanggal 1 Mei 2024.
Ada 5 (lima) karya yang ditampilkan oleh Suhadi Gembot yang bertemakan tokoh pewayangan, Pandawa Lima. Semuanya sarat akan filosofi dengan goresan cat yang khas. Ada Sang Air, Sang Api, Sang Angin dan Sang Pancer. Masing-masing mewakili karakter yang ada di dalam setiap diri manusia.
“Karena persiapan yang cukup singkat, ini sudah cukup. Semoga bisa membawa pada keberkahan bersama” harap Mbah Gembot, sapaan akrabnya didampingi oleh manajernya, Sembara.
Acara pembukaan berjalan dengan konsep mengalir saja. Akhirnya ada berbagai pertunjukan. Di antaranya live music oleh Telson Rider dan Mbah Gembot, monolog oleh Bowo, pembacaan puisi oleh Romi Jabrand, cerita inspirasi perjuangan di bidang pendidikan oleh Aan Bob dari STT Migas Cilacap dan lainnya.
“Selamat kepada keluarga besar Sukun Hotel Cilacap, semoga ke depannya semakin sukses dan senantiasa penuh keberkahan” ucap Umie Syamia, salah satu pengunjung yang antusias dengan lukisan-lukisan yang ditampilkan.
Bayu Adi Cahyaningprang











