Kebumen (27/10/2024) – Wahyu Nur Hidayat atau yang kerap disapa Gus Wahyu merupakan salah satu tokoh agama. Dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Muallaf Center Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2017-2022. Selain itu, dirinya juga merupakan Pendiri Pondok Pesantren Syadziliyah, Al-Qarawiyin, Insan Kamil, dan Sirajut Tholibin.
Pada sabtu malam (26/10/2024), mantan Ketua Muallaf Center PBNU ini dikeroyok oleh puluhan orang ketika dirumahnya di Bumirejo. Kejadian tidak mengenakan ini disaksikan oleh sang istri yang waktu itu berada dirumah. Gus Wahyu menjelaskan bahwa ketika kejadian istrinya berteriak histeris sehingga adiknya yang bernama Zein, seorang anggota TNI kebetulan di lantai 2 langsung turun dan membubarkan orang-orang yang mengeroyok dirinya.
Kejadian bermula ketika Gus Wahyu didatangi oleh puluhan orang tersebut secara tiba-tiba dan diajak berdiskusi perihal pemberitaan di Media Siaran Indonesia yang berjudul “Arif Sugianto Didaulat jadi Hadrotus Syeikh & Panglima Kyai se-Kebumen, setelah Panglima Santri”. Salah satu isinya adalah tentang keraguan sejumlah pihak jika pengasuh pesantren berinisial “A” sebagai dzuriah Nabi Muhammad SAW, karena belum terbukti. Gus Wahyu menjelaskan bahwa tidak bisa memaksa seseorang untuk mengimani, meyakini, mempercayai hal itu. Karena menurutnya, percaya, ragu, ataukah tak percaya, merupakan hak setiap orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka terkesan tidak peduli dengan jawaban saya, serta terkesan tidak ingin berdiskusi lebih jauh, lalu mereka memukul, ” kata Gus Wahyu
Gus Wahyu menjelaskan bahwa saat terjadi pengeroyokan, dirinya mendengar beberapa kalimat bahwa mereka disuruh oleh pengasuh pesantrennya dengan inisial “A” untuk melakukan ini. Saat pemukulan dari belakang terdengar juga suara, “bunuh, bunuh.”
Menurut Zein, adik dari Gus Wahyu menceritakan bahwa dirinya sempat mendengar teriakan-teriakan sebelum membubarkan pengeroyokan
“Sekitar jam 9 an, kebetulan saya di lantai atas, kejadian di lantai bawah. Sekitar jam 21.00, saya sudah ada mendengar teriakan-teriakan. Sekitar jam 21.30 itu, baru tuh pas keluar, saya nengok, sudah ada gerombolan oknum orang-orang yang tidak dikenal yang dalam artian, sempat saya lihat ada pemukulan di kakak saya. Saya teriak. Langsung mereka saya kejar,” kata Zein seorang anggota TNI adik Gus Wahyu
Rudi M. Maulana











