Kebumen (10/11/2024) – WNH, seorang wartawan dari media Siaran Indonesia menjadi korban pengeroyokan pada Sabtu, 26 Oktober 2024 sekitar pukul 21.45 dirumahnya Jl. HM Sarbini No. 11 C, Kel. Bumirejo, Kec. Kebumen, Kab. Kebumen. Peristiwa tersebut berawal dari sebuah pemberitaan yang berjudul “Arif Sugianto Didaulat jadi Hadrotus Syeikh & Panglima Kyai se-Kebumen, setelah Panglima Santri” di media Siaran Indonesia. WNH didatangi dan ditanya terkait pemberitaan tersebut lalu dikeroyok oleh puluhan orang.

Sumber/ Rudi M. Maulana
Pengeroyokan ini diduga sudah terencana karena menurut saksi bernama Zein (adik WNH) salah satu orang yang terekam dalam CCTV, berinisial A, yang ikut dalam kejadian pengeroyokan, sebelum kejadian sempat masuk ke dalam rumah untuk mencari WNH dan terpergok oleh Zein.
“Sekitar pukul 20.00 ada orang yang masuk kedalam rumah. Karena saya dengar ada suara membuka pintu maka saya cek, ternyata ada seseorang yang tidak saya kenal, tapi kemudian saya tahu itu bernama A (inisial), itu sudah di dalam rumah. Lalu saya tegur. Dia mengaku kalau mencari kakak saya, ” kata Zein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian ini juga diduga merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembunuhan terhadap wartawan WNH. Hal ini berdasarkan keterangan WNH, yang menyampaikan bahwa ketika peristiwa pengeroyokan, dari arah belakang, dirinya mendengar kata “Pateni, Pateni.”
“Ketika kejadian pengeroyokan saya sempat mendengar kata ‘Pateni, Pateni.”, dari belakang. Saya tidak bisa melawan dan hanya beberapa kali menangkis pukulan saja karena jumlah orang yang terlalu banyak,” kata WNH.
Dijelaskan oleh WNH, pemukulan pertama kali dilakukan oleh JAN. Pemukulan terjadi berulang kali terhadap WNH oleh sejumlah orang. Begitu banyaknya orang yang menggerombol dan memukuli hingga WNH hanya bisa pasrah kalau memang saat itu sudah saatnya dia untuk mati.
“Saya mencoba menjawab apa yang mereka tanyakan walaupun sambil dipukuli. Saya waktu itu posisi sudah pasrah apabila saya harus mati detik itu juga saya sudah siap,” tambah WNH.
Beruntungnya, adik WNH bernama Zein, yang waktu itu sedang berada di lantai 2, langsung turun ketika mendengar kegaduhan tersebut.
“Waktu itu saya sedang berada di lantai 2 (dua). Karena mendengar keributan saya langsung turun. Dari tangga saya melihat gerombolan orang sedang memukuli kakak saya. Saya langsung teriak. Mereka langsung bubar,” ungkap Zein
Tak lama setelah kejadian berlangsung, polisi datang dan mengamankan 9 unit sepeda motor yang tertinggal di TKP. Hingga saat ini, kasus pengeroyokan wartawan WNH masih dalam penanganan Polres Kebumen.
Berdasarkan rekaman CCTV, beberapa orang yang datang dikenali oleh WNH. Diantara yang ia kenal, sebutnya, Kyai H dari Mengkowo, A dari Kalisana, JAN, F, dan M.
Rudi M. Maulana












