Purworejo (21/12/2024) – Dalam sepekan terakhir, warga Desa Tlogorejo diresahkan oleh dugaan penjualan tanah bengkok desa oleh Kepala Desa (Kades) setempat, BN. Kades BN diduga mengambil keputusan sepihak dengan mengalihkan hak atas tanah bengkok tersebut kepada pihak ketiga tanpa musyawarah atau persetujuan dari masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun perangkat desa lainnya.
Menurut informasi yang diperoleh awak media, tanah bengkok yang dialihkan tersebut sejatinya diperuntukkan bagi jabatan Sekretaris Desa. Namun, karena posisi tersebut sedang kosong, Kades BN diduga mengambil alih tanah itu dan menjualnya secara sepihak. Salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa setelah tanah bengkok dijual, tidak ada laporan keuangan yang jelas atau pertanggungjawaban dari Kades BN terkait hasil penjualan tersebut.
Lebih jauh, sejumlah warga menyebut bahwa tindakan ini hanyalah salah satu dari banyak kebijakan Kades BN yang dinilai merugikan masyarakat. Seorang anggota BPD yang namanya dirahasiakan mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat terhadap tindakan Kades BN sudah lama muncul. Kebijakan dan tindakan Kades tersebut disebut-sebut kerap menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga juga menyoroti sebuah surat pernyataan yang pernah dibuat oleh BN sebelum mencalonkan diri sebagai Kepala Desa. Dalam dokumen tersebut, terdapat nota kesepakatan antara BN dan masyarakat yang diwakili sejumlah tokoh desa. Setidaknya ada dua poin penting dalam surat itu yang, menurut masyarakat, kini dilanggar oleh BN.
“Masyarakat sangat kecewa karena Kades tidak menepati janji yang tertuang dalam surat itu,” ungkap salah seorang warga.
Kondisi ini semakin memicu kegaduhan dan polemik di Desa Tlogorejo.
Ketika dimintai klarifikasi di kantornya, Kades BN membantah semua tuduhan tersebut. Ia menyatakan akan segera mengumpulkan masyarakat untuk memberikan penjelasan.
“Dalam minggu depan, saya akan mengundang pamong, sesepuh desa, BPD, dan masyarakat untuk memberikan klarifikasi dan meluruskan kabar yang beredar,” tegas BN.
Sementara itu, masyarakat menunggu tindakan nyata dan penjelasan dari Kades BN untuk menyelesaikan masalah yang tengah menjadi sorotan ini.
Tim Buana News











