Kebumen (03/03/2025) – Sejumlah warga Desa Wonokromo mengeluhkan dugaan penyimpangan bantuan semen yang diperuntukkan bagi pembangunan jalan lingkungan. Bantuan yang seharusnya diterima oleh RT dan RW yang mengajukan diduga dikendalikan sepihak oleh seorang oknum masyarakat berinisial S, sehingga beberapa penerima manfaat tidak mendapatkan jatah sesuai dengan yang seharusnya mereka terima.
Ketua RW 01 Desa Wonokromo, Abdul Sabri, mengungkapkan bahwa dirinya hanya menerima tanda terima bantuan semen tanpa kewenangan dalam pendistribusiannya.
“Saya hanya menerima dan menandatangani tanda terima. Namun, semen tersebut tidak saya terima langsung, melainkan berada di tempat Pak S. Semua kewenangan distribusi ada di Pak S,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Abdul Sabri, proposal pengajuan bantuan diajukan pada 14 Februari 2024 melalui S yang mengaku memiliki jaringan akses ke bantuan tersebut. Namun, setelah semen diterima, ia mengaku tidak mengetahui bagaimana distribusinya dilakukan.
Senada dengan itu, Kepala Dusun Krajan RW 01, Pujiono menegaskan bahwa pihak desa tidak dilibatkan dalam proses pembagian semen.
“Kami, termasuk Pak Kades, tidak mendapat informasi apa pun mengenai turunnya bantuan ini. Saya baru tahu setelah Pak Soleh, perangkat desa, memberi tahu saya bahwa ada truk membawa semen,” katanya.
Ketidakterbukaan dalam distribusi bantuan ini menimbulkan polemik di masyarakat. Beberapa RT dan RW yang seharusnya menerima 90 sak semen juga dipotong dan dialihkan.
“Pak Kades sudah mengumpulkan semua RT dan menginstruksikan agar semen dibagikan sesuai dengan jumlah yang seharusnya diterima masing-masing. Namun, kenyataannya masih ada polemik karena distribusinya tidak merata,” jelas Pujiono
Kepala Desa Wonokromo, Suwarno, menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memiliki kendali atas distribusi semen tersebut.
“Kami sudah menginstruksikan agar bantuan diberikan sesuai dengan ketentuan. Namun, jika ada pihak yang mengatur sendiri tanpa sepengetahuan kami, itu di luar kendali desa,” ujarnya.

Sumber/ Rudi M. Maulana
Sementara itu, S yang diduga mengatur distribusi semen, melakukan hal ini dengan mempertimbangkan kondisi.
“Semen sudah saya bagikan, kebetulan memang turunnya pas Pilkada. RW 01 mendapatkan 90 sak semen, tapi kalau dibagi ke lima RT, jumlahnya tidak cukup. Jatah RT ada yang dipotong 20 sak dan dialihkan ke RT lain yang sebelumnya tidak dapat,” katanya.
Oknum S mengakui bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) terkait bantuan tersebut hingga kini belum selesai. Dirinya juga mengakui bahwa sebagian bantuan memang dipotong untuk RT yang lain.
“Memang jatah SK nya, saya salah, intinya salah. Saya hanya berusaha menyelamatkan hak warga Dukuh Krajan,” imbuhnya.
Rudi M. Maulana












