Jakarta (17/6/2025) – Sebanyak 1.321 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda dari awal hingga akhir.
Acara berlangsung dengan susunan acara yang terstruktur mulai dari sambutan hingga doa penutup. Hingga tiba pada momen pelantikan para sarjana yang diwisuda.
Para pendamping, seperti orang tua—ibu dan bapak—turut hadir memberikan dukungan. Di antara para wisudawan dan wisudawati, terdapat seseorang bernama Sudibyo, yang didampingi oleh sang ibu, Sunarti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bu Narti menceritakan pengalaman perjuangan anaknya selama menempuh kuliah di UNKRIS. “Pulang kerja langsung ke kampus, ini perjuangan yang benar-benar kayaknya masih ngantuk,” itulah kenangnya.
Beliau juga menambahkan, “Belum lagi waktu bikin skripsi itu kayaknya tidak ada waktu, dan kurang tidur pokoknya, belum lagi dikoreksi lagi dan benarin lagi.”
Kepada para wisudawan dan wisudawati, diingatkan bahwa perjuangan belum berakhir. Masih banyak tantangan yang menanti di dunia kerja.
Harapan para orang tua adalah agar anak-anak mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan kehidupan keluarga yang bahagia.
Pesan terakhir yang disampaikan: “Tunjukkan pada dunia bahwa Anda bisa dan memutuskan mata rantai kemiskinan. Bawa nama baik almamatermu di dunia kerja.”
Edison











