KPK Gandeng Ulama, Dakwah Jadi Senjata Baru Lawan Korupsi

- Editor

Senin, 7 Juli 2025 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber/ Istimewa

Sumber/ Istimewa

Jakarta (7/7/2025) – Lebih dari 90 tokoh Islam dari berbagai daerah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Antikorupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Anti-Corruption Learning Centre (ACLC) KPK, Jakarta, pada Selasa (1/7). Melalui forum bertajuk “Ulama Pelopor Dakwah Integritas: Menuju Indonesia Tanpa Korupsi”, KPK menekankan pentingnya pendekatan moral dan spiritual dalam membangun budaya antikorupsi di tengah masyarakat.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menyampaikan bahwa tindak pidana korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, namun pengkhianatan terhadap nilai-nilai moral, sosial, dan agama. Ibnu pun menegaskan, pencegahan korupsi melalui pendekatan moral dan spiritual menjadi semakin relevan, terlebih ketika nilai-nilai agama dijadikan fondasi dalam membangun budaya antikorupsi.

“Setiap tindakan korupsi sejatinya adalah pengkhianatan terhadap nilai keadilan sosial dan minimnya moral pelakunya. Dalam Islam, korupsi bertentangan langsung dengan ajaran tentang kejujuran, amanah, dan larangan memakan harta yang batil,” tegas Ibnu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Ibnu menekankan bahwa ulama, da’i, dan da’iyah sebagai panutan masyarakat, berperan strategis dalam memperkuat kesadaran kolektif umat untuk menolak praktik korupsi. Nilai-nilai agama, jika dikemas dalam dakwah yang kontekstual dan menyentuh aspek kehidupan sehari-hari diyakini mampu membentuk perilaku integritas yang membumi dan berkelanjutan.

“Para ulama adalah benteng moral masyarakat. Di era teknologi informasi ini, dakwah juga bisa menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan antikorupsi, membentuk pola pikir masyarakat, dan memperkuat karakter generasi muda sejak dini,” sambungnya.

Ulama Jadi Mitra

Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan semata tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh agama.

“Pendidikan antikorupsi bukan hanya soal pengetahuan, tapi tentang bagaimana membentuk karakter dan pola pikir masyarakat sejak dini. Ulama memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran itu, terutama dari lingkungan terkecil seperti keluarga,” ujar Wawan.

Melalui kemitraan dengan Forum Silaturahmi Ulama Indonesia (FSUI), KPK menjadikan para tokoh agama sebagai mitra sekaligus perpanjangan tangan untuk menyebarkan nilai-nilai integritas hingga ke pelosok negeri. Penyampaiannya dilakukan lewat ceramah, khutbah, maupun pendidikan informal di lingkungan sosial dan tempat ibadah.

Program ini juga merupakan bagian dari strategi Trisula Pemberantasan Korupsi yang dijalankan KPK, yakni pencegahan, pendidikan, dan penindakan. Ketiganya berjalan beriringan dan membutuhkan dukungan masyarakat, pemerintah, dan tokoh agama agar dapat berdampak nyata.

Jihad Moral Lewat Dakwah

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Umum Forum Silaturahmi Ulama Indonesia (FSUI), Kholid Hidayat Hasyim, turut mengungkapkan, perilaku korupsi merupakan perbuatan haram yang dilarang dalam ajaran Islam. Ia mendorong para ulama untuk menjadikan dakwah antikorupsi sebagai bagian dari jihad moral di era modern.

“Manusia memiliki kecenderungan untuk tergoda urusan duniawi. Di sinilah agama berperan penting untuk mengendalikan nafsu serakah dan menjaga manusia tetap berada dalam jalur kebenaran. Jika naluri ini tak dikendalikan dengan nilai moral dan spiritual, maka bisa berkembang menjadi perilaku menyimpang termasuk korupsi,” ucap Kholid.

Ia pun mengingatkan bahwa penting untuk membangun ekosistem budaya antikorupsi yang bertumpu pada tiga pilar utama: hukum yang kuat, pendidikan yang berkelanjutan, dan nilai-nilai spiritual yang hidup dalam diri setiap warga negara. Dengan begitu, kesadaran kolektif masyarakat akan tumbuh untuk menolak pelbagai praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Redaksi

Berita Terkait

Peringatan HUT KE-81 TNI, Danrem 071/WK Tekankan Sinergi TNI, POLRI, Pemerintah dan Masyarakat
Satresnarkoba Polres Kebumen Bersama Komunitas Vespa Salurkan Air Bersih, Warga Lewih Pari Sampaikan Apresiasi
HUT ke-81 TNI, Dandim Kebumen: Kekuatan TNI Tak Lepas dari Dukungan Masyarakat
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung Khidmat di Polres Kebumen 
Teguh Subroto Dikukuhkan Pimpin DPD Aslinmas Jateng, 243.543 Satlinmas Siap Perkuat Perlindungan Masyarakat
Kemarau Panjang, Kodim 0701/Banyumas Bersama BPBD dan Perumdam Tirta Satria Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Cipete
Joni Hernawan Lolos Seleksi, Terpilih Jadi Calon Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kebumen
Usai Kebakaran, Polisi dan Warga Bergotong Royong Membangun Rumah Sodirin
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:20 WIB

HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24 WIB

HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Polres Kebumen dan Ojol Kebumen Bersatu Kolaborasi Gelar Jumat Berbagi

Berita Terbaru