Banyumas (3/8/2025) — Muhamadiyah Boarding School (MBS) Zam-Zam Cilangok, Banyumas, kembali menggelar agenda tahunan “Pekan Musyrif” sebagai salah satu bentuk program pembinaan non-akademik bagi para santri. Kegiatan yang rutin dilaksanakan sedikitnya sekali dalam satu semester ini diikuti oleh seluruh santri dengan antusiasme tinggi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat hubungan emosional antara santri dan musyrif, menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas pondok, serta menghadirkan pengalaman rekreatif dan edukatif yang membangun karakter.
Salah satu rombongan yang menjadi sorotan adalah santri kelas 7E, yang pada kesempatan kali ini mendapat jadwal kunjungan ke Owabong Waterpark, objek wisata air ternama di Bojongsari, Purbalingga. Di lokasi tersebut, para santri tampak menikmati berbagai wahana air serta permainan kelompok yang dirancang untuk memperkuat kebersamaan dan keceriaan.
“Ya, saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Saya berenang dan melakukan beberapa permainan di sini. Setidaknya kegiatan ini membuat kejenuhan saya hilang,” ujar Ananda Kenzi Aprilio, santri kelas 7E, dengan ekspresi semangat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya para santri yang antusias, kegiatan ini juga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi wali santri yang berkesempatan hadir dan menyapa anak-anak mereka di luar jadwal resmi penjengukan. Salah seorang wali santri mengungkapkan rasa syukurnya.
“Sepekan pertama anak saya di pondok, saya selalu sedih dan kangen hingga menangis. Untung ada kegiatan ini, jadi saya bisa melepas rindu walau sejenak, karena jadwal penjengukan resmi masih cukup lama,” tuturnya haru.
Menurut Ustaz Qim, selaku musyrif asrama kelas 7E, kegiatan ini tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Pihak pondok membagi rombongan santri ke beberapa tujuan wisata edukatif, seperti GOR Purwokerto dan destinasi lainnya, agar tercipta suasana yang bervariasi dan menyegarkan.
“Pekan Musyrif ini adalah agenda rutin yang kami gelar minimal satu semester sekali. Hari ini kami bagi beberapa tujuan rekreasi dan edukasi, termasuk ke Owabong, GOR Purwokerto, dan tempat-tempat lain. Tujuannya adalah memberikan suasana baru bagi santri agar tetap semangat menjalani kehidupan pondok,” jelasnya.
Kegiatan Pekan Musyrif ini menjadi bukti komitmen MBS Zam-Zam dalam menciptakan pendidikan berbasis karakter yang seimbang antara ilmu, ibadah, dan rekreasi. Dengan konsep yang terus dikembangkan, harapannya kegiatan semacam ini dapat terus memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan spiritual, sosial, dan emosional para santri.
Ari Septiana












