Kebumen (6/9/2025) – Pada Senin, 1 September 2025 pukul 13.00 WIB, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen menggelar kegiatan pengelolaan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Balai Desa Kabuaran. Acara ini diikuti oleh Ibu Muslimat serta ibu-ibu PKK Desa Kabuaran dengan penuh antusias.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah secara ramah lingkungan. Selama ini, minyak jelantah sering dianggap sebagai limbah rumah tangga yang tidak berguna. Padahal, dengan sentuhan kreativitas, limbah tersebut bisa diubah menjadi produk bernilai, seperti lilin aromaterapi yang memiliki manfaat untuk kesehatan, relaksasi, dan dekorasi.
Melalui sosialisasi dan praktik langsung, mahasiswa KKN UMNU Kebumen memberikan pelatihan cara mengolah minyak jelantah, mulai dari proses pemurnian, pencampuran bahan tambahan, pemberian aroma, hingga pencetakan lilin. Peserta tampak bersemangat mengikuti setiap tahap, karena selain mudah dipraktikkan, produk ini juga berpotensi menambah penghasilan keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengambil tema lingkungan karena sesuai dengan program ibu-ibu PKK mengenai pengumpulan minyak jelantah. Dari situ kami mengadakan sosialisasi pembuatan lilin aromaterapi sebagai bentuk edukasi, agar masyarakat tahu bahwa minyak jelantah juga bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Kurniawati, Ketua KKN Desa Kabuaran.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga, karena selain memberi pengetahuan baru, juga membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif. Mahasiswa KKN UMNU Kebumen berharap keterampilan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi bisa berlanjut menjadi kegiatan produktif warga Desa Kabuaran.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh semangat, dan sukses. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan pengelolaan limbah ramah lingkungan sekaligus mendorong lahirnya desa mandiri berbasis ekonomi kreatif.
Susanti Ikke Lestari











