Babak Baru Konflik Desa Klapagading Kulon: Dugaan Pembiaran Korupsi, Intimidasi, dan Lumpuhnya Pemerintahan Desa

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyumas, 23 Januari 2026  — Konflik panjang di Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kini memasuki babak baru. Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan terlapor seorang pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten Banyumas, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Nungky Harry Rachmat, M.Si.

Dalam laporan tertanggal 21 Januari 2026 tersebut, Karsono menuding terlapor dengan sengaja mengetahui dan membiarkan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh sembilan perangkat desa dan Ketua BPD Klapagading Kulon, namun tidak mengambil langkah pencegahan maupun pelaporan sebagaimana kewenangannya.

“Saya melaporkan dugaan tindak pidana korupsi ini ke KPK karena ada pembiaran yang disengaja oleh pejabat yang memiliki kewenangan, padahal yang bersangkutan mengetahui persoalan tersebut,” ujar Karsono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karsono menyebut, laporan itu didasarkan pada Pasal 13 dan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang mengatur mengenai pembiaran serta dugaan penghalangan proses hukum.

“Perbuatan tersebut memenuhi unsur Pasal 13 dan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi karena adanya pembiaran dan dugaan penghalangan proses hukum,” katanya.

Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti dugaan persekongkolan pasca-pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) terhadap sembilan perangkat desa. Meski telah diberhentikan, para perangkat desa tersebut disebut tetap masuk kantor dan memberikan pelayanan kepada masyarakat atas arahan pihak tertentu, sehingga menimbulkan kekacauan dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Meskipun sudah diberhentikan dengan tidak hormat, para perangkat desa itu masih masuk kantor dan melayani masyarakat atas arahan pihak tertentu, sehingga pemerintahan desa menjadi kacau,” ungkap Karsono.

Tak hanya persoalan administrasi, Karsono juga mengungkap adanya tekanan psikologis dan intimidasi yang dialaminya. Sekelompok warga yang tergabung dalam Gerakan Pendukung Kepala Desa (GPK) dilaporkan menduduki balai desa hampir setiap hari, menutup kamera CCTV, hingga merusak sejumlah fasilitas kantor desa. Kondisi tersebut dinilai mengganggu pelayanan publik dan menciptakan rasa tidak aman bagi kepala desa.

“Setiap hari balai desa diduduki, CCTV ditutup, bahkan fasilitas kantor dirusak. Kondisi ini membuat saya merasa tertekan dan tidak aman dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa,” katanya.

Dalam kronologi yang disertakan dalam laporan, konflik disebut bermula sejak 2023. Situasi memanas dengan aksi demonstrasi berulang, dugaan hasutan terhadap warga, penolakan terhadap kebijakan kepala desa, hingga sederet dugaan penyimpangan keuangan desa, mulai dari pengelolaan kas desa, penjualan aset desa, sewa kios, hingga sejumlah kegiatan yang belum dipertanggungjawabkan secara administratif.

Karsono berharap KPK segera menindaklanjuti laporan tersebut guna memastikan kepastian hukum serta memulihkan tata kelola pemerintahan Desa Klapagading Kulon yang dinilainya telah lumpuh akibat konflik berkepanjangan.

“Saya berharap KPK segera menindaklanjuti laporan ini agar ada kepastian hukum dan tata kelola pemerintahan desa bisa kembali normal,” pungkasnya.

Kasus ini menyoroti rapuhnya relasi kekuasaan di tingkat desa ketika konflik administratif, politik lokal, dan dugaan korupsi bertemu tanpa mekanisme penyelesaian yang tegas.

 

Ari Septiana

Berita Terkait

Peringatan HUT KE-81 TNI, Danrem 071/WK Tekankan Sinergi TNI, POLRI, Pemerintah dan Masyarakat
Satresnarkoba Polres Kebumen Bersama Komunitas Vespa Salurkan Air Bersih, Warga Lewih Pari Sampaikan Apresiasi
HUT ke-81 TNI, Dandim Kebumen: Kekuatan TNI Tak Lepas dari Dukungan Masyarakat
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung Khidmat di Polres Kebumen 
Teguh Subroto Dikukuhkan Pimpin DPD Aslinmas Jateng, 243.543 Satlinmas Siap Perkuat Perlindungan Masyarakat
Kemarau Panjang, Kodim 0701/Banyumas Bersama BPBD dan Perumdam Tirta Satria Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Cipete
Joni Hernawan Lolos Seleksi, Terpilih Jadi Calon Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kebumen
Usai Kebakaran, Polisi dan Warga Bergotong Royong Membangun Rumah Sodirin
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:20 WIB

HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24 WIB

HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Polres Kebumen dan Ojol Kebumen Bersatu Kolaborasi Gelar Jumat Berbagi

Berita Terbaru