Densus 88 Ingatkan Generasi Muda Bekasi, Cegah Media Sosial Jadi Pintu Radikalisme

- Editor

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber/ Istimewa

Sumber/ Istimewa

Bekasi, 6 Maret 2026 — Densus 88 Antiteror Polri bersinergi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada generasi muda di wilayah Jawa Barat. Kegiatan yang mengusung tema “Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal Sunda sebagai Benteng Anti Ekstremisme” tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026) di Gedung Serbaguna Bellavista, Kota Bekasi.

Sebanyak 300 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari organisasi kepemudaan, Karang Taruna, tokoh pemuda, perwakilan RT/RW, serta masyarakat Kota Bekasi. Acara menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Muradi (Guru Besar Universitas Padjadjaran), Prof. Cecep Darmawan (Guru Besar UPI), Kompol Teguh Prakosa dari Satgaswil DKI Jakarta Densus 88 AT, serta Kompol Heru Fahrian Ardi selaku Wakasat Intelkam Polres Metro Bekasi Kota.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Pimpinan III DPRD Kota Bekasi Puspa Yani, S.Pd, Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah Kesbangpol Jawa Barat H. Khoirul Naim, S.K.M., M.Epid, serta Analis Kebijakan Kesbangpol Jawa Barat Eli Komalasari, S.Sos.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah Kesbangpol Jawa Barat H. Khoirul Naim menegaskan bahwa keberagaman di Jawa Barat merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Ia mengingatkan generasi muda agar lebih bijak dalam menyikapi arus informasi, terutama di media sosial.

“Generasi muda harus kritis dan tidak mudah terpengaruh propaganda atau narasi yang menyesatkan di ruang digital. Kasus anak-anak yang terpapar paham ekstrem seperti TCC harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Pimpinan III DPRD Kota Bekasi Puspa Yani menyebut generasi muda sebagai aset masa depan bangsa yang harus dilindungi dari berbagai pengaruh negatif di era digital.

“Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda semakin memahami nilai toleransi, kebhinekaan, dan semangat persatuan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh paham intoleransi dan radikalisme,” katanya.

Dalam sesi pemaparan materi, Guru Besar Universitas Padjadjaran Prof. Muradi menjelaskan bahwa Kota Bekasi sebagai wilayah penyangga ibu kota memiliki masyarakat yang sangat heterogen sehingga rentan terhadap masuknya paham ekstrem. Ia menekankan pentingnya kesadaran, deteksi dini, serta pembentukan komunitas positif di kalangan pemuda.

Sementara itu, Prof. Cecep Darmawan menyoroti peran media digital yang mempercepat penyebaran ideologi, termasuk ideologi ekstrem yang dapat mengancam kehidupan demokrasi dan keberagaman.

“Generasi muda sering menjadi target utama penyebaran ideologi ekstrem karena mereka sangat aktif di ruang digital dan berada dalam fase pencarian identitas,” jelasnya.

Dari sisi keamanan, Kompol Teguh Prakosa dari Satgaswil DKI Jakarta Densus 88 AT mengungkapkan bahwa saat ini terdapat ancaman ideologi ekstrem global seperti Neo-Nazi dan White Supremacy yang mulai menyasar remaja Indonesia melalui komunitas digital seperti True Crime Community (TCC).

Menurutnya, Polri mencatat sekitar 70 anak di Indonesia telah tergabung dalam komunitas tersebut, yang menyebarkan ideologi kekerasan melalui media sosial dan platform digital.

Ia juga mengungkap bahwa di wilayah Bekasi terdapat beberapa anak yang terpapar paham tersebut dan telah menjalani pembinaan. Faktor utama yang menyebabkan anak terjerumus antara lain kurangnya pengawasan orang tua, perundungan (bullying), serta masalah keluarga.

“Perhatian orang tua terhadap aktivitas digital anak sangat penting. Jika anak menghadapi masalah, mereka harus didorong untuk bercerita kepada keluarga atau orang terdekat,” tegasnya.

Sementara itu, Kompol Heru Fahrian Ardi dari Polres Metro Bekasi Kota mengingatkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks atau narasi yang dapat memecah belah persatuan.

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif menyampaikan pertanyaan terkait upaya pencegahan radikalisme di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah, aparat keamanan, akademisi, serta masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di wilayah Jawa Barat.

 

 

Edison

Berita Terkait

Peringatan HUT KE-81 TNI, Danrem 071/WK Tekankan Sinergi TNI, POLRI, Pemerintah dan Masyarakat
Satresnarkoba Polres Kebumen Bersama Komunitas Vespa Salurkan Air Bersih, Warga Lewih Pari Sampaikan Apresiasi
HUT ke-81 TNI, Dandim Kebumen: Kekuatan TNI Tak Lepas dari Dukungan Masyarakat
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung Khidmat di Polres Kebumen 
Teguh Subroto Dikukuhkan Pimpin DPD Aslinmas Jateng, 243.543 Satlinmas Siap Perkuat Perlindungan Masyarakat
Kemarau Panjang, Kodim 0701/Banyumas Bersama BPBD dan Perumdam Tirta Satria Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Cipete
Joni Hernawan Lolos Seleksi, Terpilih Jadi Calon Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kebumen
Usai Kebakaran, Polisi dan Warga Bergotong Royong Membangun Rumah Sodirin
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:20 WIB

HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24 WIB

HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Polres Kebumen dan Ojol Kebumen Bersatu Kolaborasi Gelar Jumat Berbagi

Berita Terbaru