Kebumen, 11 Agustus 2026 – Keluarga seorang siswa SMK Ma’arif 7 Kebumen melaporkan dugaan perundungan yang dialami korban ke Polres Kebumen, Selasa (11/8/2026). Pelaporan tersebut dilakukan dengan didampingi kuasa hukum Sriyanto, S.H.
Keluarga korban melaporkan dugaan tindakan kekerasan yang disebut dialami korban serta beredarnya video kejadian tersebut di media sosial hingga menyebar luas.
Kuasa hukum keluarga korban, Sriyanto, S.H., mengatakan pihak keluarga keberatan atas kejadian yang dialami korban, termasuk beredarnya video yang merekam peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena video saat kejadian beredar di media sosial dan sudah menyebar ke mana-mana. Keluarga korban tidak terima dengan hal tersebut,” ujar Sriyanto saat ditemui wartawan di Polres Kebumen, Selasa (11/8/2026), setelah mendampingi keluarga korban membuat laporan di SPKT.
Menurut Sriyanto, korban hingga kini masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Korban juga disebut tidak mengenal pihak yang diduga melakukan perundungan karena yang bersangkutan merupakan kakak kelas korban.
“Saat ini korban masih trauma atas kejadian itu. Padahal korban juga tidak kenal dengan pelaku karena dia kakak kelas,” kata salah satu anggota keluarga korban.
Sriyanto menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tindakan kekerasan berupa diseret dan dipukuli ketika hendak mengambil makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Korban diseret dan dipukuli serta direkam saat mengambil MBG. Saat ini korban masih trauma,” ujar Sriyanto.
Peristiwa tersebut kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial. Keluarga korban berharap laporan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti kepolisian secara profesional dan dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta serta kronologi kejadian.
Keluarga juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah sehingga para siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam suasana yang aman dan nyaman.
Suroso











