JKN Beri Ketenangan, Dwi Tetap Semangat Berbagi Ilmu di Usia Senja

- Editor

Kamis, 10 September 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rudi M. Maulana - Buana News

Foto: Rudi M. Maulana - Buana News

Purworejo, 10 September 2026 – Senyum dan semangat masih terpancar dari wajah Dwi Sulistyowati (63), meski dirinya tengah menjalani perawatan di RSUD R.A.A. Tjokronegoro. Di tengah perjalanan pengobatan yang telah membawanya ke sejumlah fasilitas kesehatan, pensiunan guru tersebut tetap berusaha menjalani hari dengan penuh rasa syukur dan terus berbagi ilmu kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Saat ditemui petugas BPJS Satu (BPJS Siap Membantu) dalam kegiatan kunjungan peserta di RSUD R.A.A. Tjokronegoro, Dwi menceritakan pengalamannya selama menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengaku telah merasakan manfaat JKN saat memperoleh pelayanan kesehatan hingga dirujuk ke RSA UGM untuk menjalani operasi lutut kirinya.

Menurut Dwi, pengalaman memanfaatkan JKN untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan memberikan pemahaman tersendiri mengenai pentingnya jaminan kesehatan. Ia merasakan pelayanan yang diterimanya berjalan dengan baik, mulai dari sikap tenaga kesehatan hingga proses rujukan ketika membutuhkan penanganan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petugasnya ramah, sigap, dan dokter selalu menjelaskan dengan jelas. Waktu saya dirujuk ke RSA UGM, saya sempat merasa takut karena belum pernah menjalani operasi di sana. Tapi setelah dokter menjelaskan semuanya dengan sabar, saya jadi lebih tenang,” tuturnya.

Bagi Dwi, komunikasi antara dokter dan pasien menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. Penjelasan yang diberikan dengan jelas membuatnya lebih memahami kondisi kesehatan serta tindakan medis yang akan dijalani. Dengan demikian, ia dapat lebih siap ketika harus melanjutkan pengobatan di fasilitas kesehatan rujukan.

Pengalaman yang paling membekas bagi Dwi terjadi ketika dirinya harus mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dalam kondisi tersebut, ia mengaku langsung mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu, sementara proses administrasi dilanjutkan setelah keluarganya datang.

“Yang paling saya ingat waktu masuk IGD. Saya langsung ditangani terlebih dahulu, sedangkan urusan administrasi baru diurus setelah keluarga datang. Sebagai pasien, saya merasa benar-benar diprioritaskan,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut membuat Dwi semakin yakin bahwa keberadaan JKN memberikan rasa aman ketika dirinya membutuhkan pelayanan kesehatan. Ia merasa dapat lebih fokus menjalani pengobatan tanpa harus terus memikirkan biaya yang harus disiapkan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya BPJS Kesehatan. Sekarang kalau sakit, kami bisa lebih fokus untuk sembuh tanpa terus memikirkan bagaimana nanti biayanya,” kata Dwi.

Selama memanfaatkan JKN, Dwi juga mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam memperoleh pelayanan. Ketika membutuhkan penanganan yang lebih spesifik, ia mendapatkan rujukan sesuai kebutuhan medis sehingga pengobatan dapat dilanjutkan di fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan sesuai kondisi kesehatannya.

“Selama menggunakan BPJS juga saya tidak pernah mengalami kesulitan. Kalau memang fasilitas kesehatan semula belum bisa menangani, pasti akan dirujuk sesuai kebutuhan medis. Jadi selalu ada jalan,” lanjutnya.

Di balik kisah pengobatannya, Dwi memiliki semangat lain yang membuatnya tetap aktif hingga kini. Perempuan yang tinggal di Loano, Kabupaten Purworejo, tersebut merupakan pensiunan guru yang mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak 1984 hingga memasuki masa pensiun pada 2023.

Namun, pensiun bukan berarti membuat langkah Dwi berhenti untuk mengajar. Hingga saat ini, ia masih aktif memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya, terutama mengajarkan membaca kepada anak-anak mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar.

“Saya mulai mengajar tahun 1984 sampai pensiun tahun 2023. Tapi sampai sekarang masih mengajar les membaca. Rasanya masih senang kalau masih bisa berbagi ilmu,” ujarnya.

Bagi Dwi, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti memberikan manfaat. Bahkan ketika harus menjalani pengobatan, ia tetap berusaha menjaga semangat dan menikmati setiap proses kehidupan.

“Saya sekarang berusia 63 tahun, tapi saya masih ingin hidup seribu tahun lagi,” katanya sambil tertawa.

Menurut Dwi, berbagai pengalaman hidup yang telah dilaluinya membuat dirinya semakin memahami nasihat yang dahulu sering disampaikan kepada murid-muridnya. Ia belajar untuk menerima setiap keadaan, menjalaninya dengan ikhlas, menikmati proses, dan tidak lupa bersyukur.

“Apa pun yang saya hadapi sekarang, saya berusaha menjalaninya, menikmatinya, dan selalu bersyukur. Dulu saya sering mengajarkan banyak nasihat kepada murid-murid. Setelah mengalami berbagai peristiwa dalam hidup, saya baru benar-benar merasakan bahwa semua nasihat itu memang harus dipraktikkan,” ungkapnya.

Perjalanan Dwi menjadi pengingat bahwa masa pensiun bukan akhir dari kesempatan untuk berkarya dan memberikan manfaat. Di tengah proses pengobatan yang dijalaninya, ia tetap memilih untuk berbagi, mengajar, dan mensyukuri setiap kesempatan yang dimiliki.

Sementara itu, keberadaan Program JKN menjadi salah satu bentuk perlindungan yang memberikan ketenangan bagi Dwi dan keluarganya dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis. Dengan perlindungan tersebut, ia dapat lebih fokus menjalani pengobatan dan pemulihan.

Bagi Dwi, hidup adalah tentang terus melangkah, menikmati setiap proses, dan mensyukuri apa yang telah diberikan. Di usia senja, semangatnya untuk mengajar dan berbagi ilmu menjadi bukti bahwa selama masih memiliki kesempatan, selalu ada cara untuk memberikan arti bagi orang lain.

 

Rudi M. Maulana

Berita Terkait

Peringatan HUT KE-81 TNI, Danrem 071/WK Tekankan Sinergi TNI, POLRI, Pemerintah dan Masyarakat
Satresnarkoba Polres Kebumen Bersama Komunitas Vespa Salurkan Air Bersih, Warga Lewih Pari Sampaikan Apresiasi
HUT ke-81 TNI, Dandim Kebumen: Kekuatan TNI Tak Lepas dari Dukungan Masyarakat
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung Khidmat di Polres Kebumen 
Teguh Subroto Dikukuhkan Pimpin DPD Aslinmas Jateng, 243.543 Satlinmas Siap Perkuat Perlindungan Masyarakat
Kemarau Panjang, Kodim 0701/Banyumas Bersama BPBD dan Perumdam Tirta Satria Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Cipete
Joni Hernawan Lolos Seleksi, Terpilih Jadi Calon Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kebumen
Usai Kebakaran, Polisi dan Warga Bergotong Royong Membangun Rumah Sodirin

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:20 WIB

HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24 WIB

HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Polres Kebumen dan Ojol Kebumen Bersatu Kolaborasi Gelar Jumat Berbagi

Berita Terbaru