Banyumas, 23 September 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta HUT Kodam IV/Diponegoro, jajaran TNI bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas dan sejumlah stakeholder melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pendistribusian bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Banyumas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana operasi penanganan bencana kekeringan melalui distribusi air bersih yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026. Program ini menyasar sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.
Dalam pelaksanaannya, distribusi bantuan air bersih mencakup tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Patikraja, Cilongok, Lumbir, Gumelar, Rawalo, Pekuncen, dan Somagede. Dari tujuh kecamatan tersebut, bantuan diarahkan ke 15 titik desa yang terdampak kekeringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah hingga organisasi kemanusiaan dan pihak swasta. Sejumlah pejabat dan stakeholder yang terlibat antara lain Danrem 071/Wijayakusuma, Kapolresta Banyumas, Dandim 0701/Banyumas, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas yang mewakili Bupati Banyumas, Forkopimda Kabupaten Banyumas, BPBD, PMI Kabupaten Banyumas, serta pimpinan CV RMB.
Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf. Edward Deru Saka Simosir mengatakan, kegiatan pendistribusian air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons bersama terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Menurutnya, penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, sehingga diperlukan kolaborasi antara unsur TNI, pemerintah daerah, PMI, serta seluruh stakeholder yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Korem, Kodim, Pemerintah Kabupaten Banyumas, PMI, dan seluruh stakeholder terkait. Sinergi seperti ini penting untuk membantu masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan,” ujar Letkol Inf. Edward Deru Saka Simosir.

Sementara itu, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf. Sidik Wahyono, S.H., M.Tr.(Han.), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, penanganan kondisi kekeringan membutuhkan kepedulian dan kerja sama lintas sektor agar bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung kegiatan ini,” kata Danrem.
Dalam kegiatan tersebut, unsur PMI Kabupaten Banyumas turut terlibat dalam mendukung pelaksanaan distribusi bantuan. PMI Banyumas di antaranya diwakili oleh dr. Tangguh dan Ariono.
Distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk penanganan darurat terhadap dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat. Berkurangnya debit sumber mata air dan mengeringnya sejumlah sumber air membuat sebagian warga harus menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Bagi masyarakat penerima bantuan, kehadiran distribusi air bersih tersebut menjadi bantuan yang sangat berarti. Salah seorang warga yang mewakili masyarakat penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak.
“Kami sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Di musim kemarau seperti sekarang, sumber-sumber air sudah berkurang, bahkan ada yang mengalami kekeringan. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan kami sehari-hari,” ujar warga tersebut.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, BPBD, PMI, serta stakeholder lainnya diharapkan dapat terus diperkuat dalam menghadapi berbagai kondisi kebencanaan, khususnya kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas.
Pendistribusian air bersih tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian bersama untuk memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih selama musim kemarau.
Ari septiana











