Terkait beredarnya video Viral yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Nasional, Edi Purwanto selaku Ketua Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Kebumen memberikan teguran keras serta pembinaan sesuai aturan organisasi Pemuda Pancasila.
” Saya pribadi selaku Ketua Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Kebumen serta atas nama Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Kebumen,meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi di Desa Menganti Kecamatan Sruweng-Kebumen. Dalam peristiwa itu, Anggota saya yang bernama Supono tidak bisa kontrol emosi. Benar atau salah di mata Hukum tentang apa yang di lakukan Pak Supono, saya selaku ketua Ormas PP MPC Kebumen menegur keras dan memberikan sangsi secara aturan organisasi di Ormas Pemuda Pancasila. Harapannya kedepan menjadikan edukasi bersama khusunya di internal Ormas Pemuda Pancasila MPC Kebumen agar dalam hal apapun jangan sampai mengedepankan emosi” kata Edi Purwanto
Supono merasa menyesal dan bersalah karena lepas kontrol dan menimbulkan kegaduhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Saya menyesal dan merasa salah karena lepas kontrol dan menimbulkan kegaduhan di Desa saya. Walaupun sebenarnya saya pribadi sangat miris jika iuran sekolah yang sifatnya sukarela dan diperuntukan kepada Guru GTT/PTT itu di anggap sebagian orang atau LPKSM Kresna sebagai Pungli. Warga saya juga banyak yang ber profesi sebagai Guru GTT/PTT yang mana mereka sering berkeluh kesah tentang kesejahteraan mereka yang jauh dari kata cukup. Jujur saya pada saat itu emosi karena saya selaku Kepala Desa Menganti merasa di abaikan oleh Ibu Hermi. Padahal sebelumnya Bu Herni beberapa kali punya masalah dan saya yang selalu menyelesaikannya. walaupun Bu Herni bukan asli warga saya alias beliau ngontrak di rumah salah satu warga menganti. persoalannya dengan pihak sekolah juga tidak berupaya berdiskusi dahulu dengan pihak Desa tapi malah langsung memberikan kuasa kepada pihak luar. Emosi saya semakin bertambah saat saya bertemu dengan Pak Sugiono dirumah kontrakan Bu Herni. Pak Sugiono sebagai tamu di desa saya nilai tidak ber etika dan juga sudah mempengaruhi Bu Herni dengan janji-janji manisnya. Tapi apapun itu,saya mengaku salah karena saya tidak bisa mengontrol emosi dan menimbulkan kegaduhan di Desa saya sendiri. Dan saat ini saya sedang mengikuti proses dari pihak-pihak terkait tentang persoalan Di Desa menganti” kata Supono











