Kebumen (19/10/2024) – Hidran air tidak berfungsi saat terjadi kebakaran di Pasar Wonokriyo Gombong, tidak berfungsi dan tidak bisa di operasikan saat terjadi musibah kebakaran Pasar Wonokriyo Gombong pada Kamis, 17 Oktober 2024 yang menghanguskan ratusan kios dan los di dalam pasar Gombong sebelah barat.
Keterangan tersebut disampaikan Sudarto salah satu staf pengelola Pasar Wonokriyo Gombong kepada beberapa awak media di kantornya lantai 2 Pasar Wonokriyo Gombong, Jumat 18 Oktober 2024 sekira pukul 11 siang.

Sudarto memberikan keterangan bahwa saat terjadi kebakaran hidran tidak berfungsi dan tidak bisa dioperasikan untuk pengambilan air, guna memadamkan api saat terjadi kebakaran seperti kemarin. Sehingga proses penanganan lebih lambat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sudarto dan pegawai yang lain saat itu hidran memang tidak berfungsi sama sekali, itu karena kondisinya sedang rusak dan belum sempat diperbaiki saat terjadi kebakaran. Padahal hal tersebut sudah dilaporkan ke Dinas terkait.

Mengenai alat pemadam kebakaran yang ada dan di sediakan oleh pengelola pasar memang masih sangat terbatas jumlahnya. Ada keterangan dari salah satu staf adanya alat pemadam yang digunakan untuk menyemprot api saat itu seakan tidak berfungsi karena api sangat besar tambahnya.
Ditempat berbeda beberapa korban kebakaran juga sangat mengeluhkan hal tersebut dan sangat kecewa salah satunya S, pemilik kios pasar yang telah menjadi korban kebakaran dan semua barang dagangannya telah habis dan hangus.
S sebagai pedagang dan penghuni pasar sudah puluhan tahun bersama yang lainya sangat merasa kecewa dan tidak bisa berkata kata saat awak media wawancara hanya terdiam dan sangat merasakan kesedihan.
Pihak pengelola Pasar Wonokriyo melalui salah satu stafnya Sudarto, hingga berita ini diturunkan masih melakukan pendataan terkait jumlah kios dan los yang terbakar dan untuk kerugian total belum bisa dirinci dan disampaikan karena proses pendataan masih terus dilakukan pungkasnya.
Tim Buana News











