Jakarta (17/12/2024) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menghadiri pengambilan sumpah pimpinan dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029. Acara yang berlangsung dengan khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 16 Desember, didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 161/P Tahun 2024.
Lima pimpinan KPK yang dilantik untuk masa jabatan 2024-2029 adalah:
1. Setyo Budiyanto – Ketua sekaligus anggota;
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Fitroh Rohcahyanto – Wakil Ketua sekaligus anggota;
3. Ibnu Basuki Widodo – Wakil Ketua sekaligus anggota;
4. Johanis Tanak – Wakil Ketua sekaligus anggota.
5. Agus Joko Pramono – Wakil Ketua sekaligus anggota.
Sedangkan, lima anggota Dewan Pengawas KPK yang dilantik adalah:
1. Gusrizal – Ketua sekaligus anggota;
2. Benny Jozua Mamoto – Anggota;
3. Chisca Mirawati – Anggota;
4. Sumpeno – Anggota;
5. Wisnu Baroto – Anggota.
Dalam sumpah jabatan, para pimpinan dan anggota Dewas KPK menekankan komitmen pada integritas, keberanian, serta keadilan dalam menjalankan tugas. Mereka berjanji untuk bertanggung jawab kepada Tuhan, masyarakat, bangsa, dan negara.
Setyo Budiyanto, Ketua KPK, menyatakan bahwa tugas mereka akan selalu berpedoman pada fungsi utama KPK. Ia juga menyampaikan pesan dari Presiden mengenai pentingnya memberantas pemborosan dan korupsi.
“Presiden meminta kami untuk mendukung program pemerintahan dengan menjaga APBN tetap efisien, memastikan pengadaan barang dan jasa sesuai aturan, serta mencegah pemborosan anggaran,” ungkapnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pimpinan lembaga negara, Wakil Ketua MPR RI, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, beberapa menteri Kabinet Merah Putih, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pelantikan ini menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan di Indonesia.
Rudi M. Maulana











