Kebumen (18/04/2025) – Persaudaraan Rajawali Emas yang terdiri dari 9 Ormas dan LSM yaitu: LSM Harimau, LSM GMBI, Ormas GRIB, Ormas BQN, Ormas Alap-Alap Mataram, Prabowo Center, Laskar Lemah Lanang, Prabowo Center, Al Ikhwan melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Rajawali Emas, Sutarjono, menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi dari warga terkait pembangunan GOR.

Sutarjono menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran dan informasi yang diterima, pembangunan GOR dengan nilai anggaran sekitar Rp407 juta itu berupa pondasi. Sementara proses pengurugan disebut-sebut sudah dilakukan sejak lama.
“Dari hasil peninjauan dan informasi warga, kami melihat adanya indikasi penyimpangan dalam penggunaan anggaran,” ungkapnya (18/04/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Persaudaraan Rajawali Emas pun meminta agar aparat penegak hukum (APH), baik dari tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, dapat segera menindaklanjuti persoalan ini melalui penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Desa Kalirejo, Moh. Khaerodin, memberikan keterangan bahwa pembangunan GOR merupakan keinginan masyarakat setempat dan anggaran Rp 407 juta tersebut untuk pondasi, pengurugan dan jasa konsultan.
“Pada prinsipnya ini kehendak warga. Segala pertimbangan teknis sudah kami pikirkan matang-matang,” jelasnya (17/04/2025).
Namun, proses pembangunan ini ternyata tidak lepas dari persoalan teknis di lapangan. Salah satunya adalah akses menuju lokasi GOR yang hingga kini masih bermasalah. Menurut Kades, akses jalan yang digunakan saat ini berasal dari pemberian sukarela salah satu warga tanpa melalui proses pembebasan lahan resmi.
“Yang punya tanah legowo ngasih jalan, tapi ya belum tertulis. Namanya orang Jawa ya rikuh,” ujar Kades.
Menariknya, keterangan dari salah satu anggota keluarga pemilik tanah memberikan informasi yang berbeda. Warga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut mengungkapkan bahwa lahan yang digunakan sebagai akses menuju GOR sebetulnya direncanakan untuk dibangun sebagai gudang truk milik pribadi. Ia juga membenarkan bahwa sempat ada komunikasi antara keluarganya dan kepala desa untuk melakukan tukar lahan yang berada di sampingnya supaya ada akses jalan, namun hingga kini hal tersebut belum terlaksana.
Rudi M. Maulana












