Cegah Potensi Kerugian Daerah, KPK Stimulus Kolaborasi Pencegahan Korupsi di Provinsi Riau

- Editor

Selasa, 20 Mei 2025 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber/ Istimewa

Sumber/ Istimewa

Riau (20/5/2025) – Di balik kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Provinsi Riau dihadapkan pada tantangan serius dalam pengelolaan keuangannya. Defisit anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) hingga Rp132 miliar menjadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Sinergi Kolaborasi Pencegahan Korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (19/5), di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Rakor ini menjadi forum penting antara KPK dan seluruh pemerintah daerah se-Provinsi Riau untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan korupsi, terutama pada aspek pengawasan, penganggaran, pengadaan, dan pelaksanaan program pemerintah.

Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Agung Yudha Wibowo, menekankan pentingnya kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif daerah dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk mengelola potensi daerah secara optimal dan bebas dari praktik koruptif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Provinsi Riau memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah, untuk mengelolanya tentu diperlukan persamaan persepsi antara pemerintah daerah dan DPRD. Hal ini mengingat, tingginya angka tindak pidana korupsi di beberapa daerah menjadi sinyal peringatan bahwa perlu peningkatan kewaspadaan dari seluruh perangkat daerah, dan kegiatan ini menjadi langkah konkret membangun komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi,” kata Agung.

Skor Tinggi, Tapi Masih Banyak PR

Melalui sistem Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP), KPK memantau efektivitas tata kelola pemerintah daerah. Provinsi Riau mencatat skor rata-rata MCSP sebesar 80,66% dari 13 kabupaten/kota, angka yang cukup menggembirakan namun belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ideal.

Empat aspek utama masih menjadi pekerjaan rumah, yaitu penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan barang milik daerah (BMD), serta optimalisasi pajak daerah. Dalam konteks inilah, Agung menyoroti dampak nyata dari defisit anggaran yang kini tengah membayangi Riau.

“Dengan defisit yang ada, setiap rupiah anggaran harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Karenanya, kondisi ini berisiko memperburuk penyerapan anggaran dan membuka peluang manipulasi dalam proses penganggaran, sehingga menjadi sangat rawan disusupi praktik-praktik koruptif,” ungkapnya.

Agung juga mengingatkan agar pemilihan program pembangunan dan pokok-pokok pikiran (pokir) dilakukan secara cermat, berdasarkan kebutuhan masyarakat. Program yang tidak tepat sasaran bukan hanya memperburuk efisiensi, tapi juga menghambat potensi pendapatan asli daerah (PAD).

Beberapa penyebab defisit diidentifikasi, seperti realisasi pendapatan dari pajak dan deviden yang belum optimal, serta kontribusi participating interest (PI) 10% dari sektor migas yang belum mencapai target. KPK pun meminta para kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) segera mengevaluasi kebijakan fiskal dan pengelolaan aset secara menyeluruh.

Integritas, Fondasi Tata Kelola

Meski skor MCSP cukup tinggi, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 Provinsi Riau justru memperlihatkan kondisi sebaliknya. Dengan capaian hanya 62,83, Provinsi Riau berada dalam kategori “rentan”, bahkan menurun hampir 6 poin dari tahun sebelumnya.

Agung menegaskan bahwa integritas harus menjadi fondasi bagi perbaikan tata kelola daerah. Ia juga mendorong penguatan peran aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dan optimalisasi fungsi Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mendukung kebijakan fiskal yang lebih inklusif dan berkeadilan.

“BPD harus menjadi instrumen pembangunan yang berpihak pada masyarakat, bukan alat untuk memperbesar ketimpangan. Karena itu, pengawasan dan komitmen integritas sangat dibutuhkan,” pungkas Agung.

Sektor lain yang turut menjadi sorotan adalah pengelolaan hibah vertikal dan pajak dari sektor sumber daya alam (SDA). KPK mengingatkan perlunya pengawasan berkala untuk mencegah penyalahgunaan anggaran, khususnya di badan usaha milik daerah (BUMD), sektor pajak, dan SDA.

Reformasi Tata Kelola Jadi Komitmen

Menanggapi sorotan dari KPK, Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya integritas dan pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.

“Kolaborasi ini penting untuk mempercepat reformasi birokrasi dan memperkuat transparansi fiskal. Defisit anggaran yang kami alami salah satunya bersumber dari hibah provinsi kepada aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga. Ini menjadi perhatian bersama untuk terus meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas anggaran,” ujar Wahid.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh pada tata kelola pemerintahan di Riau, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, hingga pelaporan pembangunan, agar pembangunan daerah berjalan lebih terarah, efisien, dan bebas dari penyimpangan.

 

Redaksi

Berita Terkait

Peringatan HUT KE-81 TNI, Danrem 071/WK Tekankan Sinergi TNI, POLRI, Pemerintah dan Masyarakat
Satresnarkoba Polres Kebumen Bersama Komunitas Vespa Salurkan Air Bersih, Warga Lewih Pari Sampaikan Apresiasi
HUT ke-81 TNI, Dandim Kebumen: Kekuatan TNI Tak Lepas dari Dukungan Masyarakat
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung Khidmat di Polres Kebumen 
Teguh Subroto Dikukuhkan Pimpin DPD Aslinmas Jateng, 243.543 Satlinmas Siap Perkuat Perlindungan Masyarakat
Kemarau Panjang, Kodim 0701/Banyumas Bersama BPBD dan Perumdam Tirta Satria Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Cipete
Joni Hernawan Lolos Seleksi, Terpilih Jadi Calon Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kebumen
Usai Kebakaran, Polisi dan Warga Bergotong Royong Membangun Rumah Sodirin

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:20 WIB

HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24 WIB

HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Polres Kebumen dan Ojol Kebumen Bersatu Kolaborasi Gelar Jumat Berbagi

Berita Terbaru