Dindikbud Purworejo Monitoring Latihan Cing Po Ling di SDN Kesawen Jelang Pentas di TMII

- Editor

Minggu, 8 Juni 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber/ Istimewa

Sumber/ Istimewa

Purworejo (8/6/2025) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan ke Desa Kesawen, Kecamatan Pituruh, dalam rangka monitoring pelaksanaan latihan kesenian khas Purworejo, Cing Po Ling, yang digelar di SDN Kesawen, Minggu pagi (08/06/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Dindikbud Purworejo Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos, MM, perwakilan Wilcambidik Pituruh Fathan Anis, pemerintah desa Kesawen, serta para anggota kelompok kesenian Cing Po Ling Desa Kesawen.

Dalam sambutannya, Dyah Woro menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memonitor latihan sekaligus semaris pentas dalam rangka penguatan kesenian Cing Po Ling sebagai warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak tahun 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rencananya, kesenian ini akan tampil di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dalam ajang Pentas Duta Seni se-Jawa Tengah pada 27 Juli 2025. Kami dari Dindikbud Purworejo berkomitmen melestarikan kesenian ini di kancah nasional, sebagai tindak lanjut dari pengakuan sebagai warisan budaya tak benda,” jelasnya.

Woro menambahkan bahwa dalam acara ini ditampilkan dua generasi penari, dari kalangan junior dan senior, sebagai langkah konkret regenerasi pelaku seni agar kesenian tidak punah.

“SDN Kesawen kami harapkan menjadi barometer pelestarian, dan SDN Singojoyo Kecamatan Bruno juga turut ambil bagian dalam latihan ini,” imbuhnya.

Sumber/ Istimewa

Ia juga berharap, generasi penerus dari eks-Kawedanan Kemiri seperti SDN Kesawen, SDN Singojoyo Bruno, hingga SMAN 4 Purworejo dapat mempertahankan dan melestarikan kesenian Cing Po Ling.

“Karena kesenian ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, kami melalui Kemendikbud wajib memiliki program pelestarian, termasuk fasilitasi kesenian yang ada di Purworejo,” tegasnya.

Sebagai bentuk persiapan menuju pentas di TMII, pelatihan dilakukan oleh tenaga ahli, yakni Mas Purnomo dari Brondongrejo. Woro menegaskan bahwa pelestarian ini bukan hanya seremoni, tetapi aksi nyata karena Cing Po Ling kini hanya bertahan di dua lokasi: Desa Kesawen (Pituruh) dan Jatirejo (Kaligesing).

“Dalam dua tahun terakhir, Kabupaten Purworejo berhasil menjadi juara pertama dalam Duta Seni tingkat nasional—tahun 2023 lewat Ndolalak, dan tahun 2024 dengan Jarang Bolong. Tahun ini, kami mengajukan Cing Po Ling sebagai wakil dari Purworejo,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelestarian kesenian lokal.

“Ayo kita hargai dan lestarikan kesenian khas daerah kita,” ajaknya.

Sementara itu, Toni Hariyanto selaku perwakilan pemerintah desa menyampaikan terima kasih atas perhatian Dindikbud terhadap kesenian Cing Po Ling yang akan tampil di TMII.

“Harapannya, kesenian ini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat kabupaten tapi hingga nasional. Kami di desa terus berupaya menjaga kelestarian dengan melakukan regenerasi dan menjadikan Cing Po Ling sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SDN Kesawen,” ujar Toni.

Pelatih kesenian, Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesenian rakyat bukanlah soal bagus atau tidak, melainkan soal harga diri.

“Kami yang dipercaya sebagai Duta Seni Kabupaten Purworejo di TMII bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan kesenian ini,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak saling membandingkan antar jenis kesenian.

“Ndolalak, Jaran Kepang, dan Cing Po Ling memiliki kekhasan masing-masing. Jangan saling menjelekkan, tapi saling menghargai. Warisan leluhur harus dijaga dan diuri-uri tanpa merusaknya,” tandasnya.

Sebagai penutup, Purnomo menyebut bahwa Cing Po Ling juga bisa dikreasikan ulang untuk ajang seperti FLS2N.

“Dindikbud Purworejo adalah satu-satunya yang membuat karya tari dari kesenian rakyat untuk bisa dinikmati masyarakat luas,” pungkasnya.

 

Alex Saputra

Berita Terkait

Peringatan HUT KE-81 TNI, Danrem 071/WK Tekankan Sinergi TNI, POLRI, Pemerintah dan Masyarakat
Satresnarkoba Polres Kebumen Bersama Komunitas Vespa Salurkan Air Bersih, Warga Lewih Pari Sampaikan Apresiasi
HUT ke-81 TNI, Dandim Kebumen: Kekuatan TNI Tak Lepas dari Dukungan Masyarakat
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung Khidmat di Polres Kebumen 
Teguh Subroto Dikukuhkan Pimpin DPD Aslinmas Jateng, 243.543 Satlinmas Siap Perkuat Perlindungan Masyarakat
Kemarau Panjang, Kodim 0701/Banyumas Bersama BPBD dan Perumdam Tirta Satria Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Cipete
Joni Hernawan Lolos Seleksi, Terpilih Jadi Calon Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kebumen
Usai Kebakaran, Polisi dan Warga Bergotong Royong Membangun Rumah Sodirin
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

BLES Hadir untuk Masyarakat, Dukung Pembangunan Masjid dan Asrama Putra di Banjarnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Raih Keberkahan dan Rajut Kepercayaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Pulang malam motor digasak hape ikut melayang, tiga remaja asal Ajibarang jadi korban begal.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:20 WIB

HUT ke-37 SMA Negeri 2 Kebumen Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Fun Run Bersama Tokoh Daerah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24 WIB

HUT TNI Ke-81: GRIB Jaya Kebumen Ucapkan Selamat, Tegaskan Sinergi dengan Kodim 0709

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Kebakaran Lahan Perhutani di Buayan Meluas hingga 2 Hektare

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Polres Kebumen dan Ojol Kebumen Bersatu Kolaborasi Gelar Jumat Berbagi

Berita Terbaru