Kebumen (23/07/2025) – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Bumdesma Tirta Pesona Jaya bekerja sama dengan PT Aneka Usaha (Perseroda), Rabu (23/7), mendapat sambutan hangat dari warga. Bertempat di utara Pasar Sruni, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah desa dan mitra usaha dalam memenuhi kebutuhan pangan warga.
GPM menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, di antaranya minyak goreng 1 liter seharga Rp14.500, gula pasir 1 kg Rp15.000, beras medium 3 kg Rp32.500, telur ayam 0,5 kg Rp10.000, dan daging ayam 0,5 kg Rp10.000.
Sebanyak 400 kupon subsidi disalurkan, terdiri dari 300 kupon untuk warga Desa Bojongsari dan 100 kupon untuk warga Desa Surotrunan. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi antara Bumdesma dan pemerintah desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi E dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, anggota DPRD Kebumen Sri Tuntasari, Sekda Edi Rianto, Asisten Administrasi dan Umum Mohamad Arifin, Kepala Disperindagkop UKM Haryono Wahyudi, Kepala BPKPD Aden Andri Susilo, Forkopimcam Alian, para kepala desa se-Kecamatan Alian, serta warga Bojongsari dan Surotrunan.
Bupati Lilis menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bumdesma dan PT Aneka Usaha dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah gerakan nyata dari desa untuk masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika desa dan mitra usaha saling percaya dan bekerja sama dengan tulus, hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati Lilis.
Ia menegaskan bahwa GPM bukan sekadar seremoni, tetapi aksi nyata yang sudah berjalan sejak 20 Juli 2025 dan menjangkau 15 desa di Kecamatan Alian.

“Ini menunjukkan bahwa desa mampu bergerak, mampu mandiri, dan memahami kebutuhan warganya dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti balai pertemuan warga Desa Surotrunan dan penyerahan hadiah pemacu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2024 oleh BPKPD Kebumen kepada tiga desa terbaik, yakni Surotrunan, Jatimulyo, dan Bojongsari.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis kembali menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan, melainkan semangat membangun kemandirian.
“Ini adalah semangat gotong royong, semangat untuk saling menguatkan dan tumbuh bersama. Bagaimana lembaga desa bisa menjadi motor penggerak dan dana CSR dikelola dengan bijak dan berorientasi pada kemaslahatan, bukan hanya membantu sesaat tapi juga membuka jalan bagi harapan dan kemandirian jangka panjang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kemandirian masyarakat harus dibangun dari bawah.
“GPM ini adalah contoh kecil dari gerakan besar yang bisa kita bangun bersama, dari bantuan menuju pemberdayaan, dari menerima menjadi memberi, dari bergantung menjadi berdaya. Mari jadikan kegiatan ini sebagai pemantik, teruskan langkah baik ini melalui program-program desa yang menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat ketahanan keluarga, dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Bumdesma Tirta Pesona Jaya, Eko, menyampaikan bahwa GPM ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di 15 desa.
“Harapan kami, program seperti ini bisa menopang perekonomian warga, setidaknya masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga terjangkau. Kami juga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan program seperti ini dalam alokasi Dana Desa ke depan, termasuk 8 persen yang bisa diarahkan untuk kegiatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Eko.
GPM di Kecamatan Alian menjadi momentum penting dalam mendorong kemandirian desa, memperkuat ketahanan pangan, serta membangun sinergi lintas sektor untuk kesejahteraan masyarakat.
Rudi M. Maulana











