Kebumen (02/09/2025) – Agenda Rapat Kerja Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kebumen yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Novotel Yogyakarta Airport, Kulon Progo, pada 2–3 Oktober 2025, menuai kritik tajam dari aktivis Kebumen, Darsono, SH.
Rapat tersebut dijadwalkan membahas Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 dengan pola fullboard. Namun, pemilihan lokasi di luar provinsi mendapat sorotan karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini menunjukkan DPRD tidak peka dan tidak punya empati terhadap kondisi masyarakat Kebumen yang saat ini sedang menghadapi situasi perekonomian berat,” kata Darsono, Kamis (2/9/2025).
Darsono juga menilai, kegiatan tersebut tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang digalakkan pemerintah.
“Ketika pemerintah pusat dan daerah sedang berhemat luar biasa, DPRD yang notabene alat kontrol justru mengeluarkan biaya besar untuk rapat di hotel mewah. Ini kontradiktif,” ujarnya.
Selain itu, ia mempertanyakan alasan DPRD tidak menggunakan gedung dewan yang ada di Kebumen.
“Gedung DPRD sudah megah dan memang diperuntukkan untuk bekerja. Mengapa harus jauh-jauh meninggalkan daerah hanya untuk rapat membahas anggaran?” ungkapnya.
Darsono menduga ada motif lain dari pemilihan lokasi tersebut.
“Apakah ini untuk menghindari partisipasi dan pengawasan publik terhadap pembahasan anggaran? Hal ini patut dipertanyakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD seharusnya mengedepankan transparansi dan efisiensi dalam setiap agenda, terutama yang berkaitan dengan pembahasan anggaran daerah.
“Publik berhak tahu bagaimana uang rakyat digunakan. DPRD mestinya menjadi teladan, bukan justru menimbulkan kesan menghambur-hamburkan anggaran,” pungkas Darsono.
Rudi M. Maulana











