Kebumen (02/09/2025) – Agenda Rapat Kerja Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kebumen yang dijadwalkan di Hotel Novotel Yogyakarta Airport, Kulon Progo, pada 2–3 Oktober 2025 mendapat kritik tajam dari Pemerhati Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan Kabupaten Kebumen, Dr. H. Teguh Purnomo, SH, MH, MKn.
Menurut Teguh, keputusan DPRD tersebut tidak mencerminkan kepekaan terhadap situasi masyarakat.
“DPRD Kebumen ini seperti tidak mau belajar dari kondisi yang ada. Baru saja masyarakat meluapkan keresahannya, termasuk kepada anggota dewan, dan itu seharusnya menjadi masukan untuk memperbaiki diri,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, langkah menggelar rapat di luar provinsi dapat memperlebar kesenjangan antara pejabat dan rakyat.
“Masyarakat sebenarnya masih mengamati apakah ada perbaikan atau tidak. Justru di saat publik menunggu perubahan, para pejabat membuat langkah yang menimbulkan kesan boros,” katanya.
Teguh menegaskan, Kebumen memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk digunakan.
“Gedung DPRD sudah representatif, kantor pemerintah daerah juga banyak fasilitas yang layak. Kalau pun ingin suasana berbeda, hotel-hotel di Kebumen bisa dimanfaatkan. Itu setidaknya memberi dampak ekonomi lokal karena menyerap tenaga kerja dan menggunakan produk dari daerah sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPRD seharusnya berlomba-lomba menunjukkan kepedulian terhadap daerah.
“Mestinya mereka pamerkan ke publik bahwa fasilitas di Kebumen layak digunakan, bukan justru menghamburkan anggaran ke luar daerah,” tegas Teguh.
Teguh mengingatkan, DPRD sebagai wakil rakyat memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan.
“Publik berhak tahu bahwa uang negara digunakan secara bijak. DPRD harus menunjukkan transparansi dan efisiensi, bukan sebaliknya,” pungkasnya.
Rudi M. Maulana












