Jakarta (04/10/2025) –Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Evi Satispi, S.P., M.Si., menegaskan pentingnya kebijakan gizi yang berbasis kearifan lokal dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Aula Gedung FISIP UMJ, Sabtu (4/10).
Menurut Prof. Evi, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada pelaksanaan yang tepat sasaran dan berorientasi pada hasil nyata.
“Kebijakan seharusnya diarahkan untuk mencapai hasil konkret, bukan sekadar administratif,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber/ Rudi M. Maulana – Buana News
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas gizi dalam proses distribusi makanan. Menurutnya, makanan yang dikemas dan menempuh perjalanan panjang berpotensi mengalami penurunan nilai gizi.
“Makanan sehebat apa pun jika dikemas dan menempuh perjalanan tiga sampai empat jam akan menurun nilai gizinya,” jelasnya.
Selain itu, Prof. Evi menilai pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperjelas agar pelaksanaan program lebih efektif. Ia menegaskan bahwa kebijakan nasional tetap harus menyesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing daerah.
“Regulasi boleh sama secara nasional, tetapi penerapannya harus berbasis pada kearifan lokal,” pungkasnya.