Kebumen, 13 November 2025 — Pemerintah Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, bersama jajaran TNI dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen mengikuti kegiatan zoom meeting nasional bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dalam rangka monitoring dan pelaporan progres pembangunan irigasi pompa air (irpom) di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Kodim 0709/Kebumen, Danramil dan Kapolsek Kecamatan Mirit, Dinas Pertanian dan Pangan, serta kelompok tani Desa Mangunranan. Zoom meeting tersebut menjadi bagian dari koordinasi nasional antara TNI AD, Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Mangunranan, Taat Teguh Subekti, menyampaikan bahwa pembangunan irpom di desanya merupakan bantuan dari TNI dan hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan. Ia menjelaskan bahwa sekitar 20 hektar lahan pertanian di desa tersebut selama ini hanya mengandalkan air hujan.
“Dengan hadirnya irpom ini, insya Allah kami bisa tanam dua kali dalam setahun, minimal seperti itu. Harapan kami bisa lebih. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ujar Taat Teguh Subekti.
Pasiter Kodim 0709/Kebumen, Kapten Inf. Ali Kuntara, menyampaikan bahwa Kecamatan Mirit mendapatkan dua titik pembangunan irpom, yaitu di Desa Mangunranan dan Desa Pekutan. Dalam zoom meeting bersama Kasad, dilaporkan bahwa progres pembangunan irpom di Desa Mangunranan telah mencapai 76 persen dan berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah kegiatan irigasi pemompaan berjalan aman dan lancar. Kami juga telah melaksanakan zoom meeting dengan Bapak Kasad untuk memantau langsung progresnya,” ungkap Kapten Ali.
Arif Kurniawan dari Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen menambahkan bahwa pada tahun 2025 terdapat total 11 titik kegiatan irpom di Kabupaten Kebumen. Sistem irigasi ini menggunakan tenaga listrik yang dinilai lebih efisien dibandingkan bahan bakar fosil.
“Dengan irpom berbasis listrik, efisiensi sumber daya bisa mencapai 50 persen. Harapannya, indeks pertanaman dan produktivitas padi meningkat, serta kesejahteraan petani bisa lebih baik,” jelas Arif.
Kegiatan zoom meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa program irpom berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi petani di daerah.
Aji Atma Wijaya











