Kebumen, 16 November 2025 — Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) menggelar Workshop Pemuda Penggerak Petani Desa di Balai Desa Wotbuwono, Kecamatan Klirong, Kebumen. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB ini menjadi wadah strategis bagi pemuda desa, pegiat sosial, serta tokoh daerah untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Workshop ini menyatukan energi dan komitmen pemuda desa untuk mendukung kemandirian petani serta menciptakan inovasi sosial di tingkat lokal. Hadir sebagai narasumber, Muhammad Sakur, S.Sos., Wasekjend Pengurus Pusat IPDA, dan Ja’far Shodiq, M.Hum., anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Keduanya menyampaikan pesan mengenai arah pemberdayaan generasi muda dan masa depan pembangunan desa.
Peran Strategis IPDA dalam Menguatkan Ekosistem Pemuda Desa
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Muhammad Sakur menegaskan bahwa IPDA merupakan gerakan perubahan yang berupaya membangun mentalitas pemuda desa yang tangguh, kreatif, dan berdaya.
“IPDA hadir untuk memastikan anak-anak muda di desa tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi aktor utama yang menggerakkan ekonomi desa dan kemandirian petani,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kreativitas sebagai kunci menghadapi tekanan ekonomi global. Menurutnya, pemuda desa memiliki modal besar berupa pengalaman hidup, jejaring komunitas, dan kedekatan dengan sektor pertanian yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi baru.
“Kreativitas yang lahir dari desa jauh lebih kuat daripada ide-ide yang dipaksakan dari luar. Ketika pemuda desa berani menciptakan inovasi — sekecil apa pun — itu sudah menjadi langkah besar menuju kemandirian,” ujar Sakur.
Ia menambahkan bahwa IPDA terus mendorong program berbasis transformasi digital desa, penguatan kapasitas petani muda, serta penciptaan jejaring ekonomi antarwilayah.
“Kami di IPDA percaya bahwa masa depan Indonesia ada di desa. Dan masa depan desa ada di tangan pemuda. Karena itu, gerakan kita harus konsisten, kolaboratif, dan berdampak langsung,” ujarnya.
Penguatan Nilai Mandiri dan Kreatif di Tengah Tantangan Zaman
Sementara itu, Ja’far Shodiq mengapresiasi IPDA sebagai organisasi dengan visi kuat dalam mengembangkan kepemimpinan muda dan kemandirian desa. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi pribadi yang mandiri, adaptif, dan kreatif untuk menghadapi dinamika global.
Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya, sehingga kemandirian pemuda desa menjadi kunci membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi petani. Ia mendorong para peserta untuk terus belajar, berkolaborasi, dan memanfaatkan jejaring yang disediakan IPDA.
Kolaborasi Pemuda Desa Menuju Kemandirian Petani
Kegiatan ini turut didukung oleh tokoh pemuda setempat, yaitu:
- Gilang Tri Prasetyo, S.M. – Ketua IPDA Kabupaten Kebumen
- Ahmad Bagus R, S.Pd.Gr. – Ketua Karang Taruna Desa Wotbuwono & Ketua IPDA Kecamatan Klirong
Keduanya menyambut baik antusiasme peserta serta menegaskan komitmen IPDA daerah dalam menyediakan ruang belajar, pengorganisasian pemuda, dan kolaborasi produktif antara pemuda dan petani.
IPDA: Gerakan Nasional dari Desa untuk Indonesia
Workshop ini menjadi momentum konsolidasi IPDA dalam memperkuat gerakan pemuda desa secara nasional. Melalui kegiatan tersebut, IPDA berupaya mencetak pemimpin muda desa yang inovatif, berkarakter, dan mampu mendorong kemandirian petani serta transformasi ekonomi desa.
Bagi IPDA, desa bukan sekadar wilayah administratif, tetapi pusat potensi dan kreativitas. Pemuda desa menjadi aktor utama yang diharapkan dapat menggerakkan perubahan tersebut.
Redaksi











