Kebumen, 9 Oktober 2026 – Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERBATI) Kabupaten Kebumen, Sujud Sugiarto, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembinaan atlet, pendataan peserta kompetisi, dan dukungan anggaran olahraga dalam audiensi bersama Ketua DPRD Kebumen, H. Saman, Jumat (9/10/2026).
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kebumen sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari agenda evaluasi kinerja Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kebumen. Kegiatan itu tercantum dalam undangan DPRD Nomor 400.3.3.6/3829/2026 dan dihadiri pengurus KONI serta perwakilan Disdikpora.
Dalam kesempatan tersebut, Sujud menyampaikan persoalan yang dihadapi PERBATI, khususnya mengenai status organisasi dan kepastian pendataan atlet binaannya. Ia menyebut PERBATI telah memiliki Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sujud, terdapat 26 atlet binaan PERBATI yang telah meraih medali dan sekitar 60 atlet aktif yang menjalani pembinaan di sejumlah sasana di Kebumen. Ia berharap persoalan administrasi organisasi tidak menghambat kesempatan para atlet untuk mengikuti kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“KONI itu adalah komite, wadah atau rumah bagi semua cabang olahraga. KONI bukan wadahnya organisasi-organisasi olahraga. Jangan seperti di Kebumen, PERBATI tidak diakui oleh KONI Kebumen. Padahal PERBATI tidak minta diakui oleh KONI, tapi seluruh atlet PERBATI wajib dinaungi oleh KONI,” ujar Sujud.
Selain persoalan pendataan atlet, Sujud menyoroti dukungan anggaran pembinaan olahraga di Kabupaten Kebumen. Ia menyebut alokasi dana hibah KONI sebesar Rp1,6 miliar untuk 42 cabang olahraga dan satu SIWO masih perlu ditingkatkan guna mendukung kebutuhan pembinaan serta operasional atlet.
Ia mengusulkan agar anggaran hibah KONI Kebumen ditingkatkan menjadi Rp6,1 miliar. Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai diperlukan agar atlet dapat mengikuti kompetisi dengan lebih baik dan tidak terlalu bergantung pada pembiayaan pribadi orang tua.
“Anggaran untuk olahraga harus dinaikkan melalui dinas yang menaungi dan KONI. Dana hibah untuk KONI harus dinaikkan dari Rp1,6 miliar menjadi Rp6,1 miliar,” tegasnya.
Sujud juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah dan para pemangku kepentingan terhadap kebutuhan atlet yang selama ini menjalani pembinaan untuk meraih prestasi.
“Jadi orang tua, jadi pejabat, jangan pelit dengan anak-anaknya,” ucapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kebumen, H. Saman, menyatakan akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan sebagai bahan evaluasi.
Audiensi ini menjadi forum penyampaian aspirasi mengenai tata kelola pembinaan olahraga, pendataan atlet, serta kebutuhan dukungan anggaran di Kabupaten Kebumen. Melalui forum tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga daerah.
Elis Linda Lestari











