KH Zaitun Rasmin Harap Pakta Makkah Diperluas, Dorong Integrasi dengan Aliansi Badr

- Editor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Jakarta, 24 Oktober 2026 — Ketua Umum Wahdah Islamiyah sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, KH Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., menyampaikan harapan agar Pakta Pertahanan Makkah (Makkah Joint Defence Agreement) dapat diperluas melalui kerja sama strategis dengan negara-negara Muslim lainnya.

Harapan tersebut disampaikan KH Zaitun Rasmin saat bertemu Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anis Matta, pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, KH Zaitun yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara secara khusus mendorong agar Pakta Makkah dapat disinergikan, bahkan diintegrasikan, dengan kerja sama Aliansi Badr yang baru dibentuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap Pakta Makkah dapat terus berkembang menjadi kerja sama pertahanan yang semakin kuat dan luas. Bahkan, harapan kami, Pakta Makkah ini dapat digabungkan dengan Aliansi Badr sehingga potensi negara-negara Muslim dapat dipersatukan dalam satu kerja sama strategis yang lebih besar,” ujar KH Zaitun.

Pakta Makkah merupakan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani oleh Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada 7 Agustus 2026 di Makkah, Arab Saudi.

Kesepakatan tersebut memuat prinsip pertahanan kolektif, yakni bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota dipandang sebagai serangan terhadap ketiga negara.

Perjanjian ini bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan bersama, meningkatkan daya tangkal terhadap agresi, serta menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Sementara itu, kerja sama Badr yang melibatkan Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan telah ditandatangani di Doha pada 21 Oktober 2026, dengan fokus pada pengembangan industri pertahanan, teknologi, dan peningkatan kapasitas pertahanan.

Foto: Istimewa

KH Zaitun memandang kedua inisiatif tersebut memiliki potensi saling melengkapi, meskipun bentuk dan cakupan kerja samanya berbeda.

“Pakta Makkah memiliki nilai strategis dalam membangun sistem pertahanan bersama. Sementara Badr menghadirkan kolaborasi kemampuan industri dan teknologi pertahanan. Jika keduanya dapat disinergikan, tentu akan menjadi kekuatan yang sangat berarti bagi kemandirian, keamanan, dan stabilitas dunia Islam,” jelasnya.

Menurutnya, persatuan negara-negara Muslim tidak cukup berhenti pada solidaritas emosional dan pertemuan diplomatik, tetapi perlu diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang memperkuat kemampuan bersama.

“Dunia Islam membutuhkan persatuan yang nyata. Bukan sekadar kesamaan sikap atau pernyataan, tetapi juga kerja sama yang terencana dan saling menguatkan. Kita memiliki potensi besar untuk itu, asalkan ada kemauan dan kesungguhan untuk membangun sinergi,” ungkapnya.

KH Zaitun juga menegaskan bahwa penguatan kerja sama pertahanan negara-negara Muslim tidak boleh dimaknai sebagai upaya membangun konfrontasi dengan negara atau kelompok mana pun.

Menurutnya, tujuan utama kerja sama tersebut semestinya diarahkan untuk menjaga kedaulatan, mencegah agresi, menciptakan perdamaian, serta melindungi bangsa-bangsa dari ancaman dan penindasan.

Ia berharap Indonesia dapat mengambil peran diplomatik dalam mendorong komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas antara negara-negara yang tergabung dalam kedua kerja sama tersebut.

“Kita berharap Indonesia dapat memainkan peran penting dalam menjembatani dan memperkuat kerja sama ini. Semakin kuat persatuan dan kemandirian negara-negara Muslim, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan bagi terciptanya perdamaian dan keadilan dunia,” pungkasnya.

 

Redaksi

Berita Terkait

Polres Kebumen Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Selama 14 Hari, Sasar Pelanggaran Pemicu Kecelakaan
Kapolres Jadi Inspektur Upacara di SMK Negeri 2 Kebumen, Berikut Pesan kepada Murid
Minggu Kasih, Kapolresta Cirebon Pererat Silaturahmi dan Jaga Kerukunan Antarumat Beragama
Isu Permintaan Jatah Proyek dan Fee 1 Persen Revitalisasi Sekolah Dasar di Kebumen Dipastikan Tidak Benar
Dewan Pendidikan Turun ke SDN 2 Krakal, Kepala Sekolah Bantah Isu Fee 1 Persen
Dewan Pendidikan Klarifikasi Isu Jatah Proyek dan Fee 1 Persen di SDN Babadsari
Dewan Pendidikan Klarifikasi Isu Revitalisasi di SDN Sidomukti Ambal, Sekolah Bukan Penerima Program Revitalisasi 2026
Wakapolres dan Kasatresnarkoba Polres Kebumen Berganti, Kompol Dhadhag Gantikan Kompol Andre

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Ormas GRIB JAYA Kebumen Silaturahmi ke Polsek Puring, Bahas Dugaan Pengeroyokan di Omi Karaoke

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Dian Lestari Subekti Pertiwi Raih Gelar Magister Manajemen pada Wisuda XXIII UPB 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Kapolres Kebumen Rangkul Ulama, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:34 WIB

JKN Hadir Lindungi Keluarga Supriyati di Berbagai Kondisi Kesehatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

DLH Banyumas Gandeng Relawan BHV, Komunitas Slank, dan Panti Asuhan Harapan Mulia Bersihkan Saluran Irigasi Kalipelus Mersi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Forum Panti Asuhan se-Banyumas Gelar Rakor di Ajibarang, Perkuat Sinergi dan Siapkan Berbagai Lomba Antar-Panti

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Sepasang Suami Istri Ditemukan Meninggal di Jalur Rel KA 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:56 WIB

Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolresta Cirebon dan 27 Kapolsek Jajaran Gelar Shalat Subuh Keliling

Berita Terbaru